BCA & Allo Bank ungkap alasan penurunan bunga kredit masih tertinggal dari BI rate
Penurunan bunga kredit bank tertinggal dari BI Rate karena faktor struktural, biaya dana tinggi, dan persaingan antar bank, meski suku bunga simpanan turun.
Penurunan bunga kredit bank tertinggal dari BI Rate karena faktor struktural, biaya dana tinggi, dan persaingan antar bank, meski suku bunga simpanan turun.
Bank Indonesia menyuntikkan Rp397,9 triliun ke perbankan awal 2026, hampir dua kali lipat dana pemerintah. Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan suku bunga kredit.
Insentif KLM dari BI efektif turunkan suku bunga bank, dorong kredit tumbuh 9,69% YoY pada Desember 2025. Kebijakan ini berlaku sejak 16 Desember 2025.
Menteri Keuangan Purbaya mengakui injeksi Rp200 triliun ke perbankan belum optimal karena ketidaksinkronan dengan BI, tetapi kini menurutnya koordinasi membaik.
Transmisi pelonggaran BI ke kredit tertahan karena lemahnya permintaan dan risiko tinggi. Bank tetap hati-hati, meski BI sudah menurunkan suku bunga.
Bank Indonesia optimistis pertumbuhan kredit 2025 dapat mencapai target minimal 8%, didukung kinerja kredit investasi dan koordinasi kebijakan
Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia masih di bawah target BI 8%-11% meski ada pelonggaran kebijakan.
BTN berencana menyurati BI untuk meminta relaksasi terkait penurunan suku bunga kredit yang lambat, meski telah menjalankan program pemerintah dengan bunga rendah.
Bank Indonesia menahan suku bunga di 4,75%, IHSG terkoreksi 0,11% ke 8.677. Meski bullish, momentum IHSG melambat dengan proyeksi konsolidasi jangka pendek.
CIMB Niaga (BNGA) siap manfaatkan insentif likuiditas BI mulai 1 Desember 2025, namun tetap berhati-hati dalam menyalurkan kredit.