Tertekan sentimen global dan libur panjang, begini proyeksi IHSG pekan depan

Muamalat.co.id   JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih berada dalam tekanan. Pada penutupan perdagangan Jumat (27/3), IHSG melemah 0,94% ke level 7.097,057.

Dalam sepekan, indeks tercatat turun 0,56%, mencerminkan tekanan jual yang meningkat di pasar.

Analis MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menilai, pelemahan IHSG tidak lepas dari aktivitas perdagangan yang relatif singkat menjelang dan setelah libur panjang Nyepi dan Idul Fitri. Kondisi ini membuat tekanan jual lebih terasa di pasar.

IHSG Ditutup Menguat 2,75% Usai Libur Panjang, Begini Pesan Bos BEI

Di sisi lain, pelaku pasar juga masih mencermati perkembangan geopolitik global, terutama terkait upaya gencatan senjata di Timur Tengah. Kenaikan harga minyak mentah dunia yang berlanjut turut menjadi perhatian utama investor.

Senada, Equity Research Analyst Phintraco Sekuritas Alrich Paskalis Tambolang menyebut, pergerakan IHSG yang cenderung lesu pekan ini dipicu ketidakpastian perundingan diplomatik antara Amerika Serikat dan Iran untuk menghentikan konflik.

Lonjakan harga minyak dan gas alam semakin menambah tekanan, seiring kekhawatiran gangguan pasokan energi serta potensi dampaknya terhadap inflasi global.

Secara teknikal, IHSG diperkirakan masih bergerak terbatas pada awal pekan depan. Alrich memproyeksikan indeks akan bergerak sideways di kisaran 7.000–7.200 pada perdagangan Senin (30/3/2026).

IHSG Masih Volatil Usai Libur Panjang, Analis Sarankan Selektif

Dari dalam negeri, data jumlah uang beredar (M2) menunjukkan pertumbuhan 8,7% secara tahunan (yoy) pada Februari 2026, melambat dibandingkan 10% pada Januari 2026.

Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan M1 sebesar 14,4% yoy dan uang kuasi 3,1% yoy, serta ekspansi kredit.

Sejumlah data ekonomi juga akan menjadi perhatian pasar pekan depan, di antaranya rilis S&P Global Manufacturing PMI Maret 2026, neraca perdagangan Februari 2026, dan inflasi Maret 2026.

IHSG Berpotensi Tertekan Usai Libur Panjang, Investor Bisa Buy on Weakness

Dengan kombinasi sentimen global dan domestik tersebut, pergerakan IHSG di awal pekan diperkirakan masih dibayangi tekanan. Herditya memperkirakan indeks berpotensi bergerak pada rentang support di 7.059 dan resistance di 7.136.

Leave a Comment