Transaksi BI-FAST BCA tembus Rp 6.087 triliun

Muamalat.co.id – JAKARTA. PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat kinerja positif pada transaksi BI-FAST, sejalan dengan tren industri sepanjang tahun 2025 lalu. 

EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F. Heryn mengatakan, BCA telah memproses sekitar 2.289 juta transaksi BI-FAST dengan nilai mencapai Rp 6.087 triliun hingga Desember 2025. Asal tahu saja, jumlah tersebut setara dengan lebih dari 50% transaksi BI-FAST industri. 

Untuk diketahui, berdasarkan data Bank Indonesia (BI), transaksi ritel yang diproses BI-FAST mencapai Rp 11.995 triliun atau tumbuh 34,58% yoy, dengan volume mencapai 4,77 miliar transaksi atau naik 39,07% yoy sepanjang tahun 2025. 

Pada layanan tahap dua, total nilai transaksinya mencapai Rp 9,55 triliun dengan volume hingga 151.000 transaksi. Layanan tahap dua BI-FAST ini terdiri atas layanan transfer kolektif (bulk credit transfer/BCT), pembayaran atas permintaan (request for payment/RFP), serta transfer debit langsung (direct debit transfer/DDT). 

BTN Optimistis Transaksi BI-Fast Tumbuh 30% Usai Layanan Request for Payment Meluncur

Seiring dengan pengembangan BI-FAST tahap dua, Hera bilang BCA saat ini masih mencermati perkembangan implementasi layanan tersebut sambil terus memperkuat infrastruktur digital perbankan. 

Penguatan infrastruktur BI-FAST, termasuk pengembangan fitur BCT serta DDT, dinilai menjadi faktor pendukung pertumbuhan transaksi, khususnya pada segmen korporasi. Hera optimistis volume transaksi BI-FAST bakal terus meningkat sejalan dengan semakin luasnya implementasi layanan tersebut di berbagai kanal BCA.

“Kami berharap volume transaksi menggunakan BI Fast akan terus meningkat sejalan dengan diimplementasikannya sistem tersebut di sejumlah kanal BCA serta meningkatnya kebutuhan digitalisasi sistem pembayaran,” jelas Hera kepada Kontan, awal pekan lalu. 

Pasalnya, transaksi BI-FAST yang diproses melalui sistem BCA tersebut memberikan kontribusi positif terhadap pendapatan berbasis komisi dan provisi (fee-based income) perseroan selama ini.

Ke depan, BCA menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem finansial digital melalui penyempurnaan dan modernisasi infrastruktur teknologi informasi. Langkah ini dilakukan guna menjaga keandalan dan keamanan layanan transaksi digital, sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada nasabah dan mendorong pertumbuhan transaksi digital perbankan.

Tepis Ada Perombakan Direksi Bank Himbara, CEO Danantara: Belum Ada Pembicaraan

Leave a Comment