Muamalat.co.id , JAKARTA — Bursa saham Amerika Serikat ditutup menguat pada Rabu (7/1/2026) waktu setempat, dengan Indeks S&P 500 mencetak rekor tertinggi baru yang ditopang oleh penguatan saham-saham berbasis kecerdasan buatan (AI).
Melansir Reuters pada Kamis (8/1/2026), indeks S&P 500 naik tipis 0,03% ke level 6.946,92, setelah sempat menyentuh rekor intraday di 6.965,69. Indeks Nasdaq menguat 0,48% ke 23.660,86, sementara Dow Jones turun 0,54% ke posisi 49.193,37.
Sebanyak delapan dari 11 sektor di S&P 500 ditutup di zona hijau. Sektor material memimpin kenaikan dengan lonjakan 2,04%, disusul sektor kesehatan yang naik 1,96%.
: Wall Street Ditutup Menguat, Ditopang Reli Saham Semikonduktor
Saham Nvidia, Microsoft, Broadcom, dan Amazon masing-masing menguat lebih dari 1%. Sementara itu, saham Alphabet melonjak 2,5% seiring kembalinya minat investor ke saham AI setelah sempat muncul kekhawatiran valuasi yang terlalu tinggi.
Minat investor terhadap emiten AI berkapitalisasi besar juga tercermin dari rencana Anthropic untuk menghimpun pendanaan bernilai miliaran dolar AS. Pendanaan tersebut berpotensi menilai perusahaan pengembang chatbot Claude itu hingga US$350 miliar, lebih tinggi dibandingkan mayoritas perusahaan publik, termasuk Advanced Micro Devices (AMD), Chevron, dan Wells Fargo.
: : Aksi AS di Venezuela Bayangi Kinerja Wall Street Awal 2026
“Investor memasuki 2026 dengan strategi yang sama seperti tahun lalu: beli saham teknologi dan biarkan berjalan. Isu bahwa reli AI telah berakhir ternyata tidak terbukti,” ujar CEO Longbow Asset Management, Jake Dollarhide.
Di sisi lain, saham perusahaan akuisisi properti perumahan anjlok setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan pemerintahannya tengah mengkaji larangan pembelian rumah tapak oleh perusahaan, guna menekan harga rumah.
: : Minim Katalis, Wall Street Ditutup Merah jelang Ganti Tahun
Saham American Homes 4 Rent dan Blackstone merosot lebih dari 4%, sementara platform properti Zillow justru menguat 2,5%.
Saham JPMorgan Chase turun 2,4% setelah Wolfe Research menurunkan rekomendasi saham bank tersebut menjadi “peer perform” dari sebelumnya “outperform”.
Menjelang musim laporan keuangan kuartal IV dalam beberapa pekan ke depan, valuasi saham di Wall Street masih tergolong mahal. Berdasarkan data LSEG, S&P 500 diperdagangkan pada kisaran 22 kali proyeksi laba, turun dari 23 kali pada November, namun masih di atas rata-rata lima tahun sebesar 19 kali.
Dari sisi data ekonomi, jumlah lowongan kerja di AS pada November turun lebih dalam dari perkiraan setelah naik tipis pada Oktober. Laporan terpisah dari ADP juga menunjukkan pertumbuhan tenaga kerja sektor swasta pada Desember lebih rendah dari estimasi.
Meski menjadi rilis data tenaga kerja pertama setelah gangguan akibat penutupan pemerintahan AS, data tersebut belum mengubah ekspektasi pasar terhadap pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve, menjelang rilis laporan ketenagakerjaan pemerintah pada Jumat.
Pelaku pasar juga mencermati perkembangan geopolitik setelah AS menyatakan telah menyita kapal tanker berbendera Rusia yang terkait dengan Venezuela, sebagai bagian dari upaya agresif Trump mengendalikan arus minyak di kawasan Amerika.
Gedung Putih pada Selasa juga mengonfirmasi bahwa Trump tengah membahas berbagai opsi untuk mengakuisisi Greenland, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan militer.