IHSG nyungsep 7,35 persen, tekanan jual massal seret pasar ke zona merah cukup dalam

RADARBISNIS – Pasar saham Indonesia ambruk. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nyaris tanpa perlawanan, longsor 659,673 poin atau 7,35 persen ke level 8.320,556. Sejak pembukaan, arah pasar sudah gelap. Tekanan jual datang berlapis, merata, dan brutal.

Pembukaan di 8.393,514 tak bertahan lama. Indeks sempat menyentuh titik tertinggi 8.596,172, namun arus jual cepat menyeret IHSG ke dasar harian 8.187,735. Grafik intraday membentuk lereng curam—tanda kepanikan yang tak tertahan.

Mayoritas Saham Terkapar

Komposisi pasar bicara jujur. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, hanya 37 emiten menguat.

Sebaliknya, 753 saham rontok dan 16 stagnan. Rasio ini menunjukkan satu hal: distribusi jual menyapu hampir semua sektor.

Volume transaksi mencapai 60,747 miliar saham dengan nilai Rp 45,313 triliun. Frekuensi tembus 3,98 juta kali. Aktivitas tinggi, namun arahnya satu—keluar dari risiko.

Akumulasi Tekanan, Bukan Insiden Tunggal

Dalam 30 hari terakhir, IHSG mencatat 14 hari hijau dan 6 hari merah. Namun akumulasi tetap negatif.

Penurunan kumulatif 217,354 poin atau 2,25 persen menegaskan pelemahan ini bukan kejutan sesaat, melainkan akumulasi tekanan yang akhirnya meledak.

Kinerja jangka pendek kian memprihatinkan. Sehari turun 7,35 persen, sepekan minus 7,66 persen, sebulan terkikis 2,55 persen.

Di balik itu, horizon lebih panjang masih menyisakan napas: tiga bulan naik 2,06 persen, enam bulan menguat 12,47 persen, setahun tumbuh 17,06 persen.

Kontras ini memperlihatkan jurang antara kepanikan jangka pendek dan fondasi jangka menengah.

Sentimen Mengunci Psikologi Pasar

Pola pergerakan memperlihatkan dominasi sentimen ketimbang fundamental.

Investor cenderung defensif, memilih likuiditas saat ketidakpastian menebal.

Saat kepercayaan rapuh, harga jatuh lebih cepat daripada kabar baik bekerja.

Kapitalisasi pasar tercatat Rp 15.121,125 triliun—angka besar yang hari ini terasa ringkih. Pasar menunggu katalis penenang. Tanpanya, volatilitas berpeluang bertahan.

Ujian Mental Investor

Hari ini bukan soal angka semata. Ini ujian mental. IHSG nyungsep mengingatkan bahwa pasar tak pernah lurus.

Yang bertahan adalah mereka yang disiplin, paham risiko, dan tak larut emosi. Yang lain—terseret arus. (*)

Leave a Comment