BEI catat 12 perusahaan antre IPO per akhir Maret 2026

Muamalat.co.id , JAKARTA — Aktivitas penawaran umum perdana saham (IPO) di pasar modal Indonesia terpantau masih lesu jelang akhir kuartal I/2026.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia atau BEI hingga 27 Maret 2026, belum ada satu pun perusahaan yang resmi mencatatkan sahamnya di BEI. Kondisi ini masih mencerminkan sikap wait and see dari pelaku usaha di tengah dinamika pasar yang masih diliputi ketidakpastian, baik dari faktor global maupun domestik. 

Meski demikian, harapan kebangkitan IPO tetap terbuka, seiring adanya antrean perusahaan yang siap melantai di bursa.

: IHSG Hari Ini (27/3) Ditutup ke Level 7.0976, Profit Taking dan Geopolitik Membayangi

BEI mencatat, saat ini terdapat 12 perusahaan yang masuk dalam pipeline pencatatan saham alias IPO. Mayoritas berasal dari perusahaan beraset jumbo, yang berpotensi menjadi motor penggerak penghimpunan dana di pasar modal dalam waktu mendatang.

I Gede Nyoman Yetna, Direktur BEI mengungkap berdasarkan klasifikasi aset merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, komposisi pipeline IPO didominasi oleh perusahaan skala besar. Rinciannya, tidak ada perusahaan dengan aset skala kecil (di bawah Rp50 miliar), hanya satu perusahaan skala menengah (Rp50 miliar–Rp250 miliar), dan sebanyak 11 perusahaan tergolong skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar.

: : Nilai Tukar Rupiah Hari Ini (27/3) Ditutup ke Level Rp16.979

Dari sisi sektoral, pipeline IPO menunjukkan variasi yang cukup beragam, meskipun tidak merata di seluruh sektor. Sektor consumer non-cyclicals mendominasi dengan tiga perusahaan, disusul sektor healthcare, infrastructure, dan technology masing-masing dua perusahaan. Sementara itu, sektor energy, financials, serta transportation & logistic masing-masing diisi oleh satu perusahaan.

Menariknya, sejumlah sektor seperti basic materials, consumer cyclicals, industrials, hingga properti dan real estate belum menyumbang kandidat IPO dalam pipeline saat ini.

: : Emas atau Kripto, Menakar Strategi Investasi Saat Pasar Volatil

Adapun sebelumnya, calon emiten di sektor logistik PT BSA Logistics Indonesia Tbk. (WBSA), bersiap melantai di Bursa Efek Indonesia dengan menargetkan perolehan dana hingga Rp306 miliar melalui penawaran umum perdana saham (IPO).

Berdasarkan prospektus yang dirilis di Bursa Efek Indonesia, perseroan berencana menawarkan maksimal 1,8 miliar saham atau setara dengan 20,75% dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO. 

Saham tersebut dipasarkan dalam kisaran harga Rp150–Rp170 per saham, dengan nilai nominal Rp40 per saham. 

Adapun, masa penawaran awal (bookbuilding) dijadwalkan berlangsung pada 25 Maret –27 Maret 2026. Selanjutnya, penawaran umum akan digelar pada 1–8 April 2026, dengan target pencatatan saham di BEI pada 10 April 2026.

Seluruh dana hasil IPO, setelah dikurangi biaya emisi, akan difokuskan untuk ekspansi usaha. Sekitar Rp215 miliar akan digunakan untuk mengakuisisi 99,99% saham PT Bermuda Inovasi Logistik.

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Leave a Comment