Latinusa (NIKL) kucurkan capex US$ 2,1 juta di 2026, fokus genjot produksi

Muamalat.co.id  JAKARTA. PT Pelat Timah Nusantara Tbk (NIKL) menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sekitar US$ 2,1 juta pada tahun 2026. Dana ini difokuskan untuk mendukung peningkatan operasional pabrik sekaligus menjaga daya saing Latinusa di tengah kondisi pasar yang masih menantang.

Dari total anggaran tersebut, alokasi capex akan digunakan untuk machinery & equipment sebesar US$ 1,8 juta dan supporting equipment sebesar US$ 0,3 juta

Manajemen dalam laporan hasil paparan publik menjelaskan capex tersebut tidak hanya ditujukan untuk kebutuhan pemeliharaan (maintenance), tetapi juga diarahkan untuk peningkatan kualitas dan efisiensi proses produksi. Langkah ini diambil seiring dengan tren permintaan pelanggan yang semakin menuntut spesifikasi dan standar kualitas yang lebih tinggi.

Intip Saham yang Banyak Diborong Asing Saat IHSG Terkoreksi, Rabu (15/4)

Selain itu, perusahaan ini menilai bahwa investasi ini menjadi penting untuk memastikan kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pelanggan secara konsisten, khususnya di tengah kondisi permintaan nasional yang masih relatif lemah namun dengan ekspektasi kualitas yang meningkat.

“Capex ini diarahkan untuk menjaga keandalan operasional pabrik serta meningkatkan kemampuan memenuhi standar kualitas yang lebih ketat,” demikian penjelasan manajemen.

Dengan demikian, pengeluaran modal tersebut diharapkan tidak hanya menjaga keberlangsungan operasional, tetapi juga memperkuat posisi NIKL dalam industri tinplate melalui peningkatan daya saing dan efisiensi produksi.

Sementara itu, dalam kondisi global yang masih penuh ketidakpastian, perusahaan tetap memprioritaskan pasar domestik sebagai fokus utama, mengingat posisinya sebagai satu-satunya produsen tinplate di dalam negeri serta kapasitas produksi yang masih berada di bawah total permintaan nasional.

Tahun 2026, NIKL menargetkan bisa mengantongi laba bersih US$ 3 juta dengan pendapatan sebesar US$ 160 juta. Sementara itu di tahun 2025, pendapatan dan laba bersih NIKL masing-masing sebesar US$ 139,83 juta dan US$ 973.386.  

Leave a Comment