IHSG ditutup menguat ke 8.936,75 didorong BBCA hingga AMMN cs

IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.

Indeks Bisnis-27 dibuka di zona merah, saham AMRT, ANTM & JPFA cs masih hijau

Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,37% ke 555,55 pada 23 Desember 2025, namun saham AMRT, ANTM, dan JPFA tetap menguat. IHSG juga turun 0,06%.

Hujan cuan emiten batu bara, pesta dividen ADRO hingga Baramulti (BSSR)

Emiten batu bara seperti BSSR, ADRO, dan AADI membagikan dividen besar kepada pemegang saham, didorong oleh kenaikan laba dan aksi korporasi strategis.

Rekomendasi saham prospektif sambut Santa Claus rally, dari BMRI, ASII, hingga ANTM

Pasar saham Indonesia berpotensi menguat akhir tahun berkat Santa Claus Rally, dengan saham seperti BMRI, ASII, dan ANTM diproyeksikan naik.

Lo Kheng Hong bidik saham royal dividen & bank jumbo di tahun kuda api 2026

Investor Lo Kheng Hong fokus pada saham berdividen tinggi dan bank besar di 2026, memanfaatkan penurunan suku bunga untuk ekspansi portofolio.

Ancang-ancang Lo Kheng Hong percantik portofolio saham di tahun kuda api

Lo Kheng Hong berencana mempercantik portofolio sahamnya pada 2026, fokus pada saham perbankan dan sektor pertambangan, didorong penurunan suku bunga.

INET & Saham Lapis Dua: Penopang IHSG 2025? Analisis Lengkap!

Saham lapis kedua seperti INET hingga CBRE telah mengalami penguatan signifikan, berpeluang menopang IHSG hingga akhir tahun ini.

Sinyal Dovish The Fed dan Window Dressing Dorong Prospek IHSG Akhir 2025

IHSG diproyeksikan tetap menguat jelang penutupan 2025, didorong oleh window dressing, sentimen global, serta ekspektasi suku bunga The Fed.