Catat, dividen interim RAJA masuk cum & recording date Senin (12/1)
Dividen interim RAJA akan dibagikan pada 28 Januari 2026, dengan cum date 12 Januari. Total dividen Rp105,67 miliar, Rp25 per saham.
Dividen interim RAJA akan dibagikan pada 28 Januari 2026, dengan cum date 12 Januari. Total dividen Rp105,67 miliar, Rp25 per saham.
IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.
Direktur PT Janu Putra Sejahtera Tbk. (AYAM) membeli 35,26 juta saham AYAM, meningkatkan kepemilikan menjadi 1,68%.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,37% ke 555,55 pada 23 Desember 2025, namun saham AMRT, ANTM, dan JPFA tetap menguat. IHSG juga turun 0,06%.
Emiten batu bara seperti BSSR, ADRO, dan AADI membagikan dividen besar kepada pemegang saham, didorong oleh kenaikan laba dan aksi korporasi strategis.
Pasar saham Indonesia berpotensi menguat akhir tahun berkat Santa Claus Rally, dengan saham seperti BMRI, ASII, dan ANTM diproyeksikan naik.
Investor Lo Kheng Hong fokus pada saham berdividen tinggi dan bank besar di 2026, memanfaatkan penurunan suku bunga untuk ekspansi portofolio.
Lo Kheng Hong berencana mempercantik portofolio sahamnya pada 2026, fokus pada saham perbankan dan sektor pertambangan, didorong penurunan suku bunga.
Saham lapis kedua seperti INET hingga CBRE telah mengalami penguatan signifikan, berpeluang menopang IHSG hingga akhir tahun ini.
IHSG diproyeksikan tetap menguat jelang penutupan 2025, didorong oleh window dressing, sentimen global, serta ekspektasi suku bunga The Fed.