January effect bikin IHSG ATH dua hari perdagangan beruntun
IHSG mencetak rekor ATH dua hari berturut-turut di awal Januari 2026, didorong oleh January Effect dan kondisi makro ekonomi yang solid.
IHSG mencetak rekor ATH dua hari berturut-turut di awal Januari 2026, didorong oleh January Effect dan kondisi makro ekonomi yang solid.
Saham blue chip kalah performa Muamalat.co.id buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
IDX SMC Liquid unggul di 2025 dengan kenaikan 15,58%, mengalahkan big caps. Prospek 2026 tetap atraktif, fokus pada sektor sensitif pelonggaran moneter.
Saham lapis kedua seperti INET hingga CBRE telah mengalami penguatan signifikan, berpeluang menopang IHSG hingga akhir tahun ini.
Saham FUTR melonjak 25% ke Rp500 setelah akuisisi oleh Ardhantara, didorong proyek geothermal di Gunung Slamet dan rencana ekspansi energi bersih.
JP Morgan memprediksi saham lapis utama akan rebound pada 2026, sementara saham konglomerat naik karena masuk indeks internasional. Pertumbuhan laba diperkirakan pulih 5%-10% tahun depan, didorong belanja pemerintah.
IHSG mencapai level tertinggi 2025 di 7.760, dipicu oleh kenaikan saham seperti PPRE yang melonjak 34,18%. Sentimen positif datang dari geopolitik dan aksi beli asing.