Sentimen MSCI tekan indeks Bisnis-27, saham INCO-BBRI melemah

Muamalat.co.id , JAKARTA — Indeks Bisnis-27 ditutup di zona merah pada penutupan perdagangan Rabu (13/5/2026) seiring dengan penurunan saham INCO hingga BBRI.

Berdasarkan data IDX Mobile, Indeks kerja sama dengan harian Bisnis Indonesia ini ditutup menguat 4,28 poin atau sebesar 0,92% ke level 459,80 pada penutupan perdagangan. Sepanjang hari, indeks bergerak di rentang terendah 458,46 hingga tertinggi 462,89.

Dari sisi likuiditas, total nilai transaksi pada saham-saham yang tergabung dalam Indeks Bisnis-27 mencapai Rp8,65 triliun, dengan volume perdagangan sekitar 6,792 miliar saham.

: Rebalancing MSCI, IHSG Ditutup Melemah ke Level 6.723,32 Hari ini (13/5)

Sebanyak 18 saham konstituen bergerak memerah, 7 saham konstituen menguat, dan sisanya 2 saham cenderung stagnan.

Pelemahan terjadi terhadap mayoritas saham indeks konstituen. Penurunan tajam terjadi pada saham PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk. (MIKA) turun 3,65% ke level Rp1.850, selanjutnya saham PT Vale Indonesia Tbk. (INCO) yang turun 3,29% ke level Rp5.875.

: : MSCI Hapus Sejumlah Saham RI, BEI: Ketidakpastian Pasar Berkurang

Selanjutnya, saham PT Bank Rakyat Indonesia (persero) Tbk. (BBRI) turun 3,11% ke level Rp3.120. Saham PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) turun 3,08% ke level Rp2.520. Kemudian ada saham PT Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA) turun 2,50% ke level Rp585.

Sebaliknya saham yang mampu menahan pelemahan lebih dalam dan cenderung menguat adalah saham PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk. (CPIN) yang naik 4,52% ke level Rp4.160. Berikutnya saham PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk. (JPFA) naik 4,10% ke level Rp2.540.

: : OJK Bicara Potensi Pasar Modal RI Turun ke Frontier Market Selepas Rebalancing MSCI

Saham PT Darma Henwa Tbk.(DEWA) 2,11% ke level Rp484, disusul saham PT Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) juga ikut naik 1,32% ke level Rp770, dan saham PT Bumi Resources Tbk. (BUMI) menguat 0,94% ke level Rp214.

Tim riset Phintraco Sekuritas mengatakan Rebalancing indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) periode Mei 2026 dinilai menjadi sentimen negatif bagi pasar saham Indonesia setelah jumlah emiten yang dikeluarkan dari indeks global tersebut lebih banyak dari ekspektasi pelaku pasar.

Keluarnya sejumlah saham berkapitalisasi besar tersebut mencerminkan menurunnya representasi Indonesia di indeks MSCI global. Kondisi ini diperkirakan akan memicu tekanan jual dari investor institusi asing yang menggunakan MSCI sebagai acuan portofolio investasi.

Tekanan eksternal juga masih membayangi pasar keuangan global. Inflasi tahunan Amerika Serikat tercatat naik menjadi 3,8% secara tahunan (year-on-year/YoY) pada April 2026. Kenaikan inflasi tersebut memperkuat ekspektasi bahwa suku bunga tinggi di AS akan bertahan lebih lama.

Sejalan dengan itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun atau U.S. 10-year Treasury yield pada perdagangan Selasa (12/5) naik 5,1 basis poin menjadi 4,46%. Kenaikan yield biasanya menjadi sentimen negatif bagi pasar negara berkembang, termasuk Indonesia, karena mendorong investor global kembali masuk ke aset berbasis dolar AS.

Di sisi lain, data ekonomi global menunjukkan pergerakan yang beragam. Prospek ekonomi Jerman mulai menunjukkan perbaikan setelah indikator ekspektasi ekonomi ZEW naik 7 poin menjadi minus 10,2 pada Mei 2026 usai mengalami pelemahan selama dua bulan berturut-turut.

Namun, pelemahan konsumsi masih terjadi di Jepang. Pengeluaran rumah tangga Negeri Sakura tercatat turun 2,9% YoY pada Maret 2026, mencerminkan tekanan terhadap daya beli masyarakat.

Dari domestik, aktivitas konsumsi masyarakat juga belum sepenuhnya pulih. Penjualan ritel Indonesia diperkirakan turun 1,9% YoY pada April 2026. Pelemahan ini menjadi sinyal bahwa permintaan domestik masih menghadapi tantangan di tengah ketidakpastian global dan tekanan pasar keuangan

 

Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.

Leave a Comment