Baru IPO, saham anyar SUPA masuk daftar 10 top losers pekan ini
Saham SUPA turun 24,80% setelah IPO, masuk 10 top losers IHSG pekan ini. IHSG juga melemah 0,83% selama periode 22-24 Desember 2025.
admin Saham SUPA turun 24,80% setelah IPO, masuk 10 top losers IHSG pekan ini. IHSG juga melemah 0,83% selama periode 22-24 Desember 2025.
Sepanjang 22-24 Desember 2025, saham ATAP naik 94,61%, memimpin top gainers meski IHSG melemah 0,83%. Saham lain seperti MGNA dan INCO juga naik signifikan.
IDX High Dividend 20 melemah 0,19% di 2025, berbanding terbalik dengan IHSG yang naik 20,59%. Saham teknologi melonjak, sementara saham bank dan energi melemah.
Perusahaan berfokus pada fundamental yang tidak tergantikan e-commerce, yaitu kenyamanan, aksesibilitas, dan ritel kebutuhan sehari-hari.
Najib Razak dihukum 15 tahun penjara dan denda US$ 3,3 miliar atas skandal 1MDB.
Airlangga Hartarto bahas akses ke mineral kritis melalui investasi internasional.
Muamalat.co.id JAKARTA. One Global Capital membagikan dividen Natal perdana kepada para investornya, hanya satu tahun setelah mengakuisisi Eastlakes Shopping Centre di Australia. Pencapaian ini menjadi tonggak penting yang mencerminkan keberhasilan strategi penciptaan nilai dan pengelolaan aset yang dijalankan perusahaan yang didirikan oleh Iwan Sunito tersebut. Aset yang diakuisisi pada akhir 2024 dengan nilai AUD 19,5 juta itu kini…
Muamalat.co.id NEW YORK. Wall Street dibuka hampir mendatar pada perdagangan Jumat (26/12/2025) yang berlangsung ringan usai libur Natal. Investor masih optimistis bahwa pemangkasan suku bunga lanjutan serta kinerja keuangan korporasi yang kuat akan mendorong pasar ke level tertinggi baru pada tahun depan. Pada pukul 09.30 waktu New York, Dow Jones Industrial Average turun tipis 7,15 poin atau 0,01% menjadi 48.724,01. S&P 500 naik 6,25 poin atau…
KPK menghentikan penyidikan kasus korupsi Aswad Sulaiman karena kurangnya bukti.
Muamalat.co.id JAKARTA. Tren penerbitan surat utang baik berupa obligasi atau sukuk oleh korporasi di Indonesia diperkirakan tetap ramai pada 2026. Hal ini dipicu penurunan suku bunga acuan yang menguntungkan bagi pihak penerbit obligasi. Dalam catatan Kontan, ada beberapa emiten yang bakal menerbitkan obligasi pada Januari 2026. Salah satunya adalah PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang hendak menerbitkan Obligasi Berkelanjutan V Chandra Asri…