BUMN karya ikut alihkan saham milik Danantara ke BP BUMN

Jakarta, IDN Times – Setelah Himpunan Bank-Bank Negara (Himbara), kini tiga emiten BUMN Karya ikut melaksanakan pengalihan sebagian saham Seri B milik PT Danantara Asset Management (Persero) atau DAM ke Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN). Mulai dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), PT Pembangunan Perumahan (…

Prospek emiten data center masih terbatas, begini rekomendasi analis

Muamalat.co.id JAKARTA. Prospek emiten-emiten data center pada 2026 dinilai masih terbatas, terutama karena likuiditas saham yang rendah dan belum adanya sentimen kuat yang mampu mendorong kenaikan harga secara berkelanjutan. Senior Market Chartist Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, menegaskan bahwa saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII), PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), dan PT Indointernet Tbk (EDGE) belum masuk dalam kategori yang dapat…

Cek prospek dan rekomendasi saham Unilever (UNVR) usai lepas bisnis teh Sariwangi

Muamalat.co.id JAKARTA. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) resmi melepas bisnis teh bermerek Sariwangi kepada PT Savoria Kreasi Rasa yang merupakan bagian dari grup Djarum. Nilai transaksi penjualan segmen tersebut mencapai Rp 1,5 triliun, di luar pajak yang berlaku. Langkah divestasi ini dinilai berpotensi memberikan dampak positif terhadap kinerja Unilever Indonesia ke depan. Head of Research Kisi Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai pelepasan…

Prospek kinerja PGN (PGAS) dinilai positif, begini rekomendasi sahamnya

Muamalat.co.id JAKARTA. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) berupaya meningkatkan kinerja di 2026. Langkah yang dilakukan PGAS mencakup peningkatan penjualan gas ke sektor industri dan aktif ekspansi pengembangan infrastruktur gas bumi. Sebagaimana diketahui, per 1 Januari 2026 PGAS menyalurkan gas in atau penyaluran gas pertama kali ke segmen industri yakni PT Bumi Menara Internusa (BMI) Lamongan, Jawa Timur. Pada tahap awal, BMI memanfaatkan…

Bank of Singapore lepas saham BACA kurang dari sebulan, BEI minta klarifikasi

BEI meminta klarifikasi dari Bank Capital terkait pelepasan saham BACA oleh Bank of Singapore dalam waktu kurang dari sebulan setelah pembelian melalui skema repo.

Emiten komoditas disebut jadi magnet investor asing masuk pasar saham RI

Investor asing tertarik ke pasar saham Indonesia pada 2026 karena stabilitas ekonomi, valuasi menarik, dan potensi pemangkasan suku bunga.

NELY, NICL, FORU, GRPM kena label UMA, begini kata analis

Muamalat.co.id JAKARTA. Bursa Efek Indonesia (BEI) tengah memantau pergerakan empat saham lantaran pergerakannya terjadi di luar kebiasaan. Keempat emiten itu adalah PT Pelayaran Nelly Dwi Putri Tbk (NELY), PT PAM MIneral Tbk (NICL), PT Fortune Indonesia Tbk (FORU) dan PT Graha Prima Mentari Tbk (GRPM). Dalam pengumuman tanggal 6 Januari 2025, telah terjadi peningkatan harga di luar kebiasaan alias unusual market activity (UMA) pada keempat…

Sektor jasa pendukung bisnis dinilai tumbuh moderat, ini pilihan sahamnya

Muamalat.co.id – JAKARTA. Sektor jasa pendukung bisnis diperkirakan bergerak moderat dan dinilai menjadi saham defensif sepanjang 2026. Investment Analyst Edvisor Profina Visindo, Indy Naila, menilai emiten dalam sektor ini masih memiliki ruang pertumbuhan, khususnya bagi perusahaan yang memiliki kontrak jangka panjang serta sumber pendapatan berulang (recurring income). Menurut Indy, stabilitas sektor ini bergantung pada keberlanjutan aktivitas…

IHSG cetak rekor all time high 8.944, begini proyeksi pergerakan besok (8/1)

Muamalat.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini kembali memecahkan rekor baru all time high (ATH) pada perdagangan Rabu (7/1/2026). Hari ini, IHSG menguat 11,20 poin atau 0,13% ke level 8.944,81 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Total volume perdagangan saham di BEI pada Rabu mencapai 70,23 miliar dengan nilai transaksi Rp 36,67 triliun. Ada 344 saham yang menguat, 362 saham yang melemah dan 104 saham…

Obligasi korporasi masih prospektif di 2026, ditopang refinancing dan bunga rendah

Muamalat.co.id — JAKARTA. Kebutuhan refinancing obligasi korporasi diprediksi kembali tinggi pada 2026, seiring nilai jatuh tempo yang mencapai Rp156,9 triliun. Di tengah tren penurunan suku bunga acuan, prospek pasar obligasi korporasi dinilai masih tetap solid. Berdasarkan data Penilaian Harga Efek Indonesia (PHEI) per 2 Januari 2026, nilai jatuh tempo obligasi korporasi mencapai Rp156,9 triliun yang terkonsentrasi pada semester II-2026….