Pinago Utama (PNGO) tebar dividen interim kedua dengan total nilai Rp 70,31 miliar

Muamalat.co.id – JAKARTA. PT Pinago Utama Tbk (PNGO) berencana untuk menebar dividen interim dari tahun buku 2025. Plt Komisaris Utama PNGO Hasan Tantri mengatakan, pada 5 Januari dewan komisaris perseroan mengadakan rapat perihal pembagian dividen interim kedua dari tahun buku 2025. Besaran dividen interim kedua tahun buku 2025 itu sebesar Rp 70,31 miliar atau Rp 90 per saham. “Sehubungan dengan hal tersebut, dewan komisaris memutuskan memberikan…

Kalah pamor dari SRBI, kinerja indeks saham royal dividen tertekan sepanjang 2025

Kinerja indeks IDX High Dividend sepanjang 2025 tertekan akibat kalah pamor dari instrumen investasi lain seperti SRBI yang menawarkan imbal hasil menarik.

IPO Lighthouse diproyeksi tarik arus dana investor institusi global

BEI mulai menggeser fokus ke kualitas emiten melalui skema IPO lighthouse 2026, yang dinilai menarik minat institusi domestik dan global.

Harga minyak WTI fluktuatif pada awal 2026, pasar cermati gejolak Venezuela dan OPEC+

Muamalat.co.id — JAKARTA. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) bergerak fluktuatif pada perdagangan awal tahun 2026. Mengutip Trading Economics, Senin (6/1) pukul 16.01 WIB, harga WTI naik sekitar 0,46%–0,53% ke kisaran US$ 58,5 per barel. Dalam sepekan, harga minyak juga mencatatkan kenaikan sekitar 0,45%. Analis Doo Financial Futures Lukman Leong menjelaskan, pergerakan harga minyak saat ini masih relatif terbatas karena pelaku…

Fundamental PRAY tetap kuat meski saham turun, simak rekomendasi BRI Danareksa

Muamalat.co.id – JAKARTA. PT Famon Awal Bros Sedaya Tbk (PRAY) dinilai masih memiliki prospek fundamental yang konstruktif, meski sahamnya mengalami koreksi dalam sebulan terakhir. Sejumlah transaksi afiliasi yang dilakukan perseroan justru dipandang dapat memperkuat struktur keuangan dan mendukung pertumbuhan jangka panjang. Analis Fundamental BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menjelaskan, salah satu aksi afiliasi yang dilakukan PRAY…

Harga batubara terjegal, simak rekomendasi saham Adaro Andalan Indonesia (AADI)

Muamalat.co.id – JAKARTA. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) mencatat kinerja kurang memuaskan sepanjang Januari – September 2025. Harga komoditas menjadi salah satu faktor penentu kinerja AADI pada tahun 2026. AADI membukukan pendapatan US$ 3,61 miliar per kuartal III – 2025, menurun 10,86% secara year on year (yoy). Laba bersih AADI juga merosot 34,84% yoy menjadi US$ 810,55 juta per kuartal III-2025. Tim riset Phintraco Sekuritas mencatat…

IHSG cetak rekor ke level 8.933, top gainers LQ45: AMMN, NCKL dan ADMR, Selasa (6/1)

Muamalat.co.id JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali ditutup di level rekor tertinggi baru setelah kemarin menguat signifikan. Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), IHSG kembali menyentuh level rekor tertinggi baru dengan naik 0,84% atau bertambah 74,41 poin ke level 8.933,60 pada penutupan perdagangan Selasa (6/1/2026). Mayoritas sektor menopang laju IHSG. Dimana 10 indeks sektoral menghijau dan hanya satu yang memerah. Baca…

Raih suntikan Rp 846 miliar dari Bio Farma, begini dampaknya ke Kimia Farma (KAEF)

Muamalat.co.id – JAKARTA. Suntikan dana pemegang saham senilai Rp 846 miliar dari PT Bio Farma dinilai menjadi katalis positif bagi pemulihan kinerja PT Kimia Farma Tbk (KAEF) pada 2026. Pinjaman pemegang saham tersebut diharapkan mampu meredakan tekanan likuiditas dan menurunkan beban keuangan perseroan. Head of Research Kisi Sekuritas, Muhammad Wafi, menilai dampak dana segar tersebut akan terlihat langsung pada perbaikan struktur keuangan KAEF….

Bakal diakuisisi Ningbo Lixing 63,5%, saham KOKA bergerak naik

Muamalat.co.id JAKARTA. Harga saham PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) sempat naik 12,31% di level Rp 292 pada Selasa (6/1/2026). Namun hingga pukul 15.09 WIB saham KOKA hanya naik 7,69% di level Rp 280 per saham. Kenaikan ini sejalan dengan rencana Ningbo Lixing Enterprise Muamalat.co.id., Ltd. untuk mengakuisisi 63,5% saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh dalam KOKA. “Saat ini proses akuisisi masih berjalan dengan tetap memperhatikan…

Emiten Prajogo Pangestu, Chandra Asri (TPIA) raih Rp 84 miliar dari jual alat usaha

Muamalat.co.id JAKARTA. Emiten milik taipan Prajogo Pangestu, PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) mengantongi Rp 84 miliar dari penjualan sejumlah peralatan kepada anak usahannya, yaitu PT Wastewater Solution Indonesia (WSI). Melansir keterbukaan informasi yang dirilis pada Senin (5/1/2026), transaksi penjualan itu telah diteken pada 31 Desember 2025. Di mana, TPIA menjual tangki dan kapal, mesin, SKIDS, dan peralatan lainnya. “Perusahaan…