IHSG Menguat? Rekomendasi Saham BBCA, BBTN, dan Lainnya!
IHSG berpotensi menguat dengan rekomendasi saham bank seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BBTN di tengah pelonggaran moneter dan stabilitas ekonomi.
IHSG berpotensi menguat dengan rekomendasi saham bank seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BBTN di tengah pelonggaran moneter dan stabilitas ekonomi.
Penurunan BI Rate ke 4,75% diharapkan mendorong ekspansi ekonomi dan pembiayaan multifinance, meski dampaknya baru terasa dalam beberapa bulan.
Bank Jago (ARTO) fokus pada profitabilitas meski BI Rate turun jadi 4,75%. Mereka menilai NIM bukan satu-satunya indikator kinerja, dan tetap menjaga pertumbuhan serta profitabilitas.
Pemerintah alokasikan Rp200 triliun ke Himbara sebagai likuiditas murah usai BI turunkan suku bunga ke 4,75%, dorong pertumbuhan kredit hingga dua digit.
IHSG diproyeksi akan bergerak di level support 7.800 & resistance 8.000 pada perdagangan pekan ini di tengah penantian investor atas kebijakan BI & The Fed.
Sejumlah saham perbankan seperti BBCA hingga BMRI berpeluang mendapat angin segar dari penurunan suku bunga The Fed kendati pasar dibayangi September Effect.
Asing mulai meredam aksi jual pada awal September 2025 seiring kondisi politik lebih kondusif yang membuka ruang bagi masuknya kembali aliran dana ke pasar.
BI kini fokus pada burden sharing untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo, Asta Cita, setelah sebelumnya digunakan untuk penanganan pandemi.
Bank Neo Commerce (BBYB) menyesuaikan bunga simpanan seiring penurunan BI Rate menjadi 5% dengan fokus pada likuiditas dan pertumbuhan dana murah (CASA).
LPS menurunkan bunga penjaminan ke 3,75%, mengikuti BI Rate 5%. Sejumlah pengamat perbankan mengkhawatirkan dampak dari gap 1,25%.