Saham energi bersih fluktuasi, investor cermati dampak kebijakan AS
Saham energi bersih turun setelah AS keluar dari organisasi global, memicu kekhawatiran investor tentang pendanaan hijau. Kebijakan AS memengaruhi persepsi risiko global.
Saham energi bersih turun setelah AS keluar dari organisasi global, memicu kekhawatiran investor tentang pendanaan hijau. Kebijakan AS memengaruhi persepsi risiko global.
Aset hijau tetap diminati investor hingga 2025 meski ada kebijakan mundur di AS dan Eropa. Obligasi hijau global capai rekor US$947 miliar, didorong AI.
Saham energi hijau melonjak 44% tahun ini, didorong oleh permintaan AI dan investasi global. Prospek jangka panjang sektor ini diprediksi tetap cerah.
Saham LQ45 berpotensi rebound karena pemangkasan suku bunga The Fed, meski reli besar kemungkinan selektif. Sektor bank dan properti bisa memanfaatkan momentum ini.
PIMSF resmi kuasai 45,45% saham GPSO dan siap melakukan MTO 54,55% saham.
Manajer investasi fokus pada saham komoditas dan emas saat IHSG menguat, dengan strategi diversifikasi dan alokasi aset fleksibel untuk return berkelanjutan.
PT Green Power Group Tbk. (LABA) resmi mengakuisisi 65% saham PT Aceh Mineral Abadi untuk memperkuat rantai pasok bahan baku baterai EV.
Diversifikasi investasi penting di tengah kondisi bergejolak. Fokus pada tujuan jangka panjang, hindari FOMO, dan pilih aset safe haven seperti emas.
AS menghentikan dukungan proyek energi surya di lahan pertanian, sementara saham perusahaan PLTS naik setelah aturan subsidi baru diumumkan.