IHSG Dibuka Menguat, Saham BUMI, GOTO hingga BBCA ke Zona Hijau
IHSG dibuka menguat 0,25% ke 8.392,28, saham BUMI, GOTO, dan BBCA naik. Pasar didorong data penjualan ritel positif dan ekspektasi global.
IHSG dibuka menguat 0,25% ke 8.392,28, saham BUMI, GOTO, dan BBCA naik. Pasar didorong data penjualan ritel positif dan ekspektasi global.
IHSG diprediksi menguat pada 12/11/2025, dengan level resistance di 8.488-8.532. Saham ANTM, BMRI, BRPT, dan INDY direkomendasikan untuk dicermati.
IHSG menguat meski laba emiten turun 4,2% YoY. Saham perbankan dan konsumer dinilai undervalue, berpotensi naik di tengah stabilitas ekonomi kuartal IV/2025.
IHSG diprediksi menguat, cermati saham ARTO, AGRO, INCO, dan RATU. IHSG capai rekor tertinggi, didorong volume pembelian. Target resistance di 8,365-8,390.
IHSG sesi I naik 0,26% ke 8.263,12 usai ekonomi tumbuh 5,04% di Q3/2025. Sebanyak 266 saham menguat, dipimpin COIN, GOTO, dan BRMS.
IHSG menguat ke 8.275,08, didorong saham BBCA, BRMS, dan BRPT. MNC Sekuritas rekomendasikan CDIA, INKP, KLBF, dan TINS. Target IHSG 8.312-8.354.
IHSG diprediksi menguat dan mencapai ATH baru, saham JSMR, HMSP, dan MEDC direkomendasikan beli.
IHSG diprediksi menguat ke 8.130 didorong ekspektasi penurunan suku bunga BI. Rekomendasi saham: EMTK, UNVR, MAPA. Hindari AKRA karena tren bearish.
Saham konsumer menguat setelah pemerintah mencairkan BLT Rp900.000, mendorong IHSG ke 8.071,29. Unilever, Sido Muncul, dan Alfaria Trijaya memimpin kenaikan.
IHSG menguat 0,76% ke 7.975 pada setahun pemerintahan Prabowo-Gibran, didorong pemangkasan suku bunga dan rilis data ekonomi AS.