Ekspor Satu Pintu Danantara Bayangi Pasar, IHSG Berisiko Lanjut Koreksi ke 5.882
IHSG berisiko lanjut koreksi ke level 5.882 pada Jumat (22/5/2026). Sentimen ekspor komoditas satu pintu dan kenaikan BI Rate bayangi pasar.
IHSG berisiko lanjut koreksi ke level 5.882 pada Jumat (22/5/2026). Sentimen ekspor komoditas satu pintu dan kenaikan BI Rate bayangi pasar.
IHSG berpotensi rebound didorong rotasi modal asing ke saham blue chip perbankan, meski tertekan rebalancing MSCI. Outflow asing diprediksi melandai.
Saham bank bergerak variatif di tengah kabar Thomas Djiwandono jadi calon Deputi Gubernur BI, namun belum berdampak signifikan pada perdagangan saham.
Saham perbankan Indonesia menguat meski rupiah tertekan hingga Rp16.961 per dolar AS. BBRI, BBNI, dan BMRI naik signifikan, sementara BBCA dan BNGA stabil.
IHSG cetak rekor tertinggi di 9.075,41 pada 15 Januari 2026, didorong saham besar seperti DCII, PANI, dan DSSA. Sektor perbankan juga menguat.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,32% ke 565,01 pada 8 Januari 2026, didorong saham ADRO, HEAL, dan BRPT. Sebanyak 20 saham naik, 6 turun, dan 1 stagnan.
CIMB Niaga buyback 168.000 saham senilai Rp357,24 juta pada 5 April 2024, dengan harga rata-rata Rp2.120 per saham, dan mengalihkan sebagian untuk program MRT.
Saham bank besar melemah di awal 2026, kecuali BBCA yang naik. Bagaimana prospek saham bank pada tahun ini?
Saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI menjadi pemberat IHSG 2025, dengan koreksi signifikan yang menghambat laju indeks hingga 7,62%.
Saham blue chip perbankan diprediksi pulih di 2026 dengan pelonggaran moneter, meski 2025 melemah. Rotasi sektor ke finansial bisa dorong IHSG.