Saham perbankan tertinggal di tengah penurunan suku bunga, peluang reversal menguat
Saham perbankan melemah meski suku bunga turun, namun ada peluang reversal di 2026. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI turun, sementara BBNI naik tipis.
Saham perbankan melemah meski suku bunga turun, namun ada peluang reversal di 2026. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI turun, sementara BBNI naik tipis.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi sarankan investor bersabar dan fokus investasi jangka panjang pada saham BBRI.
IHSG dibuka melemah 0,16% ke 8.606,55, saham perbankan turun, saham emas naik. Analis prediksi koreksi, rekomendasi buy on weakness untuk AMRT dan WIFI.
IHSG melemah 0,92% ke 8.620 pada 11 Desember 2025, dengan saham tambang menguat. Pasar masih konsolidasi, fokus pada kebijakan moneter global.
Lo Kheng Hong berencana mempercantik portofolio sahamnya pada 2026, fokus pada saham perbankan dan sektor pertambangan, didorong penurunan suku bunga.
Investor asing keluar dari saham BRI (BBRI) dengan penjualan bersih Rp1,7 triliun, sementara masuk ke Bank Mandiri (BMRI) dengan pembelian bersih Rp609,8 miliar.
Pada tahun 2026, saham sektor energi dan peternakan diprediksi menarik bagi investor yang mengejar dividen.
Pasar saham Indonesia diproyeksikan cerah pada 2026, saham batu bara dan perbankan menarik bagi pemburu dividen.
Investor asing borong saham BMRI dan BBYB, sementara BBRI dan BBCA dilepas. BMRI Muamalat.co.id buy Rp103,2 miliar, Muamalat.co.id sell Rp531,92 miliar.
IHSG diprediksi melemah, saham OASA, KJEN, dan GZCO direkomendasikan analis untuk dibeli, sementara KETR disarankan untuk dijual karena tren bearish.