OJK: Pasar saham RI berjaya, dana asing mengalir deras
Pasar saham Indonesia menguat dengan IHSG mencapai rekor tertinggi 8.777 pada Desember 2025, didorong aliran dana asing dan peningkatan investor domestik.
Pasar saham Indonesia menguat dengan IHSG mencapai rekor tertinggi 8.777 pada Desember 2025, didorong aliran dana asing dan peningkatan investor domestik.
IHSG menguat 0,06% ke 8.715,83 pada 9 Desember 2025, didorong saham Bakrie dan GOTO. Transaksi mencapai Rp1,03 triliun dengan 2,23 miliar saham diperdagangkan.
IHSG menguat 1,46% pekan ini, saham ROCK melonjak 143,38% menjadi top gainer. Kapitalisasi pasar naik 1,39% Muamalat.co.id buy asing Rp2,48 triliun.
BEI mencatat 8 perusahaan besar antre IPO, termasuk Superbank, menyusul emiten baru seperti CDIA dan RATU.
IHSG melemah ke 8.632,76 meski saham TLKM, BREN, dan BBCA menguat. Sebanyak 362 saham naik, 293 turun, dan 146 stagnan dengan market cap Rp15.873 triliun.
IHSG diprediksi menembus 10.500 pada 2026 didorong pertumbuhan ekonomi dan kebijakan moneter longgar. Sektor perbankan dan konglomerasi jadi pendorong utama.
IHSG ditutup melemah 0,07% ke 8.414,35 pada 21 November 2025, meski saham TPIA, PANI, dan BREN tetap hijau. Market cap mencapai Rp15.421 triliun.
IHSG dibuka menguat di 8.449,54 pada 20/11/2025. Saham BMRI, SGRO, dan BREN naik.
IHSG dibuka menguat 0,25% ke 8.392,28, saham BUMI, GOTO, dan BBCA naik. Pasar didorong data penjualan ritel positif dan ekspektasi global.
IHSG diprediksi menguat pada 12/11/2025, dengan level resistance di 8.488-8.532. Saham ANTM, BMRI, BRPT, dan INDY direkomendasikan untuk dicermati.