Dana Asing Kabur, Saham DSSA, ANTM, hingga AMMN Jadi Penopang IHSG

IHSG tetap kokoh meski dana asing keluar, didukung saham DSSA, ANTM, dan AMMN yang menguat. Saham emas naik karena tren harga emas dan ekspektasi suku bunga.

Pilihan Saham JP Morgan Setelah Emiten Konglomerat dan Lapis Dua Naik Ratusan Persen

JP Morgan memprediksi saham lapis utama akan rebound pada 2026, sementara saham konglomerat naik karena masuk indeks internasional. Pertumbuhan laba diperkirakan pulih 5%-10% tahun depan, didorong belanja pemerintah.

IHSG Berangsur Pulih, Neraca Dagang Surplus & PMI Manufaktur Jadi Penopang

IHSG pulih didukung surplus dagang RI US$4,2 miliar dan PMI manufaktur ekspansif 51,5. Kondisi politik kondusif turut mendorong perbaikan indeks.

IHSG Ambles 2,27%! Saham Mana yang Boncos & Cuan Jumbo?

IHSG sesi I turun 2,27% ke 7.769,65 akibat protes sosial-politik. Saham TIRA, BSBK, CPRO, SOLA, WIRG, MITI melemah, sementara BMAS, DUTI, PGUN melonjak.

IHSG Tertekan Saham Emas, Investor Lari ke Sektor Lain?

Saham tambang emas seperti ANTM, MDKA, dan AMMN menekan IHSG akibat rotasi sektor oleh investor, meski IHSG naik 4,84% pada 11-15 Agustus 2025.

IHSG Gagal Tembus 8.000? Profit Taking Hantui Pergerakan Saham

IHSG berpotensi mencapai 8.000 jika arus dana asing yang konsisten, meski aksi profit taking bisa menghambat laju indeks komposit saham.

IHSG Terbang Tinggi! BRI Danareksa Ungkap Target & Saham Pilihan 2025

BRI Danareksa Sekuritas menaikkan target IHSG akhir 2025 ke 7.960, didorong oleh reli saham konglomerat dan ekspektasi kenaikan laba bersih emiten.

IHSG Hijau? Cek Rekomendasi Saham SMGR, PANI, dan LSIP!

IHSG diprediksi menguat pada 12 Agustus 2025, didukung oleh sentimen positif dari penguatan bursa global dan penurunan suku bunga The Fed.

IHSG Tembus 8000 di HUT Pasar Modal? Analisis & Proyeksi!

IHSG berpotensi tembus 8.000 saat HUT ke-48 Pasar Modal RI, didorong penurunan suku bunga dan stabilitas makro.