Deretan saham big caps penekan IHSG pekan ini: TPIA, DSSA hingga BREN ambles
Saham big caps seperti TPIA, DSSA, dan BREN menjadi penekan utama IHSG dengan penurunan masing-masing 53,49%, 47,34%, dan 23,44% sepanjang pekan ini.
Saham big caps seperti TPIA, DSSA, dan BREN menjadi penekan utama IHSG dengan penurunan masing-masing 53,49%, 47,34%, dan 23,44% sepanjang pekan ini.
IHSG turun 19,55% pada 2026, saham DSSA, BBCA, dan BREN jadi top laggards. Sentimen global dan domestik Muamalat.co.id sell asing Rp49,87 triliun.
Meski IHSG turun, BEI melihat ini sebagai peluang akumulasi jangka pendek karena reformasi transparansi pasar modal diharapkan meningkatkan daya tarik global.
IHSG naik 3,49% ke 8.212, Muamalat.co.id sell asing capai Rp16,49 triliun. Kapitalisasi pasar BEI naik 3,83%, sementara transaksi harian turun 6,27%.
Investor asing menjual obligasi RI senilai Rp3,3 triliun akibat kejatuhan pasar saham, dipicu peringatan MSCI soal transparansi pasar.
Harga emas melonjak ke US$5.245/oz, sementara saham emiten emas seperti PSAB dan MDKA Muamalat.co.id buy asing meski IHSG turun 7,35% pada 28 Januari.
IHSG terkoreksi 1,37% akibat sentimen negatif rupiah dan kekhawatiran fiskal, Muamalat.co.id sell asing Rp3,25 triliun. Fokus pasar pada rapat FOMC dan data ekonomi AS.
MSCI akan memperketat aturan pemilihan saham, memicu volatilitas jangka pendek di pasar modal Indonesia, terutama bagi saham baru dan berkapitalisasi besar.
Sepanjang 2025, pasar saham Indonesia Muamalat.co.id sell asing Rp17,34 triliun, meski IHSG naik 22,13%. Saham BBCA dan BMRI jadi sasaran utama.
Saham blue chip kalah performa Muamalat.co.id buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.