IHSG tinggalkan 7.000, peluang akumulasi saham murah

IHSG turun di bawah 7.000, membuka peluang akumulasi saham murah dengan fundamental kuat. Saham seperti AADI, AKRA, dan BBCA direkomendasikan.

Ada sentimen MSCI, Maybank pertahankan target IHSG di level 8.400 akhir 2026

Maybank Sekuritas mempertahankan target IHSG di level 8.400 pada akhir 2026 meskipun MSCI memperpanjang penghentian sementara saham Indonesia hingga Mei 2026.

IHSG anjlok 3,06%, sentimen MSCI dan pelemahan rupiah jadi biang kerok

Tekanan dari sentimen MSCI dan pelemahan rupiah mendorong koreksi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Seberapa tinggi reli IHSG didorong pengumuman FTSE dan gencatan senjata di Iran

IHSG naik 4,42% didorong pengumuman FTSE dan gencatan senjata AS-Iran, meski ketidakpastian global masih membayangi. Reformasi pasar modal Indonesia terus berjalan.

IHSG rawan tekanan jual asing, pelaku pasar minta BEI implementasi aturan bertahap

IHSG tertekan akibat aturan baru, pelaku pasar minta BEI terapkan reformasi bertahap untuk mengurangi aksi jual asing dan menjaga stabilitas pasar.

IHSG anjlok di bawah 7.000, BEI: Penurunan jangka pendek jadi peluang

Meski IHSG turun, BEI melihat ini sebagai peluang akumulasi jangka pendek karena reformasi transparansi pasar modal diharapkan meningkatkan daya tarik global.

Tekanan global belum surut, IHSG berpotensi rebound

IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.

OJK klaim demutualisasi bursa bisa dorong minat IPO

OJK menegaskan demutualisasi BEI meningkatkan transparansi dan menarik minat IPO, menghindari konflik kepentingan, dan membuka akses pendanaan baru.

IHSG sepekan menguat 3,49%, net sell asing tembus Rp16,49 triliun

IHSG naik 3,49% ke 8.212, Muamalat.co.id sell asing capai Rp16,49 triliun. Kapitalisasi pasar BEI naik 3,83%, sementara transaksi harian turun 6,27%.

Paradoks Semarak Buyback Saham Saat Free Float Didongkrak jadi 15%

OJK menaikkan batas free float saham dari 7,5% ke 15% mulai 2026, namun emiten justru melakukan buyback, mengurangi saham beredar dan free float.