IHSG tinggalkan 7.000, peluang akumulasi saham murah
IHSG turun di bawah 7.000, membuka peluang akumulasi saham murah dengan fundamental kuat. Saham seperti AADI, AKRA, dan BBCA direkomendasikan.
IHSG turun di bawah 7.000, membuka peluang akumulasi saham murah dengan fundamental kuat. Saham seperti AADI, AKRA, dan BBCA direkomendasikan.
Maybank Sekuritas mempertahankan target IHSG di level 8.400 pada akhir 2026 meskipun MSCI memperpanjang penghentian sementara saham Indonesia hingga Mei 2026.
Tekanan dari sentimen MSCI dan pelemahan rupiah mendorong koreksi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
IHSG naik 4,42% didorong pengumuman FTSE dan gencatan senjata AS-Iran, meski ketidakpastian global masih membayangi. Reformasi pasar modal Indonesia terus berjalan.
IHSG tertekan akibat aturan baru, pelaku pasar minta BEI terapkan reformasi bertahap untuk mengurangi aksi jual asing dan menjaga stabilitas pasar.
Meski IHSG turun, BEI melihat ini sebagai peluang akumulasi jangka pendek karena reformasi transparansi pasar modal diharapkan meningkatkan daya tarik global.
IHSG pekan ini berpotensi rebound jika bertahan di atas 6.950, meski ketegangan Iran-AS dan reformasi pasar modal mempengaruhi arus dana asing.
OJK menegaskan demutualisasi BEI meningkatkan transparansi dan menarik minat IPO, menghindari konflik kepentingan, dan membuka akses pendanaan baru.
IHSG naik 3,49% ke 8.212, Muamalat.co.id sell asing capai Rp16,49 triliun. Kapitalisasi pasar BEI naik 3,83%, sementara transaksi harian turun 6,27%.
OJK menaikkan batas free float saham dari 7,5% ke 15% mulai 2026, namun emiten justru melakukan buyback, mengurangi saham beredar dan free float.