Bos BEI jelaskan biang kerok IHSG anjlok, sejalan bursa global

IHSG anjlok 1,85% ke 6.599,24 akibat sentimen global saat libur bursa. BEI sarankan investor fokus pada fundamental dan strategi investasi sesuai risiko.

IHSG tinggalkan 7.000, peluang akumulasi saham murah

IHSG turun di bawah 7.000, membuka peluang akumulasi saham murah dengan fundamental kuat. Saham seperti AADI, AKRA, dan BBCA direkomendasikan.

IHSG anjlok 3,06%, sentimen MSCI dan pelemahan rupiah jadi biang kerok

Tekanan dari sentimen MSCI dan pelemahan rupiah mendorong koreksi terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

IHSG sesi I anjlok 5,31% ke 7.887, saham AMMN, BRPT hingga CUAN kompak merah

IHSG sesi I anjlok 5,31% ke 7.887,16 dengan 750 saham melemah, termasuk saham berkapitalisasi besar seperti AMMN, BRPT, dan CUAN yang turun lebih dari 10%.

Indeks Bisnis-27 ditutup menguat ditopang saham TLKM, ANTM hingga NCKL

Indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,09% ke level 565,37 pada hari ini, Senin (26/1/2026) didorong oleh saham TLKM, ANTM, dan NCKL.

Proyeksi IHSG pekan depan, pasar menanti sinyal suku bunga The Fed

IHSG pekan depan dipengaruhi stabilisasi rupiah dan arus dana asing. Pasar menanti suku bunga The Fed dan data ekonomi AS untuk menentukan arah risiko global.

Saham PANI hingga Prajogo Pangestu bawa IHSG hari ini (19/1) tembus ATH baru 9.133,87

IHSG ditutup menguat 0,64% ke ATH baru 9.133,87 pada 19 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar Rp16.670 triliun. Saham BUMI, BBCA, dan BBRI aktif diperdagangkan.

Sinyal Dovish The Fed dan Window Dressing Dorong Prospek IHSG Akhir 2025

IHSG diproyeksikan tetap menguat jelang penutupan 2025, didorong oleh window dressing, sentimen global, serta ekspektasi suku bunga The Fed.

IHSG Koreksi? Kata Menkeu Soal Realisasi Keuntungan Investor Saham

Menkeu Purbaya menilai koreksi IHSG akibat profit taking wajar terjadi. IHSG turun 2,57% ke 7.915,66, dipengaruhi sentimen global dan aksi broker.