Bos BEI jelaskan biang kerok IHSG anjlok, sejalan bursa global
IHSG anjlok 1,85% ke 6.599,24 akibat sentimen global saat libur bursa. BEI sarankan investor fokus pada fundamental dan strategi investasi sesuai risiko.
IHSG anjlok 1,85% ke 6.599,24 akibat sentimen global saat libur bursa. BEI sarankan investor fokus pada fundamental dan strategi investasi sesuai risiko.
IHSG terkoreksi 1,37% akibat sentimen negatif rupiah dan kekhawatiran fiskal, Muamalat.co.id sell asing Rp3,25 triliun. Fokus pasar pada rapat FOMC dan data ekonomi AS.
IHSG ditutup melemah 1,37% ke 8.895 karena aksi profit taking dan pelemahan rupiah. Pasar menanti intervensi BI dan stabilitas fiskal untuk menahan outflow.
Saham RISE dan BYAN menjadi top laggards IHSG sepekan, meski IHSG mencapai ATH baru. Sementara itu, saham DSSA, BREN, dan TLKM memimpin penguatan.
Saham TRJA, GZCO, dan MRAT jadi top gainers meski IHSG turun 4,14% pada 13-17 Oktober 2025.
IHSG terkoreksi 1,53% ke 7.830,49 akibat gejolak sosial-politik RI. Meski tren kuartal IV biasanya bullish, ketidakstabilan politik bisa menghambat.