Dari finansial hingga energi, 13 emiten antre IPO usai WBSA
Setelah IPO WBSA, 13 emiten dari sektor finansial hingga energi siap melantai di BEI pada 2026, dengan target maksimal Juni.
Setelah IPO WBSA, 13 emiten dari sektor finansial hingga energi siap melantai di BEI pada 2026, dengan target maksimal Juni.
BEI mencatat 12 perusahaan antre IPO per akhir Maret 2026, didominasi perusahaan besar, dengan sektor consumer non-cyclicals memimpin.
Dalam satu tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, 28 perusahaan IPO, dengan 23 di antaranya pada 2025. Sektor dominan: industri dasar dan logistik.
BEI mencatat 11 perusahaan siap IPO di 2025, fokus pada kualitas. Hingga Q3 2025, 23 perusahaan telah IPO dengan dana Rp15,1 triliun. BEI targetkan 66 IPO baru.
BEI mencatat 10 perusahaan dalam pipeline IPO, dengan 2 di antaranya berpotensi menjadi IPO lighthouse tahun ini. OJK memproses pendaftaran IPO senilai Rp5,3 triliun.
Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,12% diyakini bisa memberikan katalis positif kepada pasar saham, yang sempat lesu pada awal tahun ini.
EY melaporkan peningkatan IPO global sebesar 17% pada semester I/2025, dengan AS dan Hong Kong memimpin. Indonesia mencatat jumlah IPO menurun pada periode ini.