Pengusaha Sambut Arah Kebijakan Moneter BI 2026: Pro Stabilitas dan Pertumbuhan
Pengusaha menyambut kebijakan moneter BI 2026 yang pro stabilitas dan pertumbuhan, mendukung investasi dan ekspansi bisnis di tengah tantangan global.
Pengusaha menyambut kebijakan moneter BI 2026 yang pro stabilitas dan pertumbuhan, mendukung investasi dan ekspansi bisnis di tengah tantangan global.
Harga emas hari ini, Selasa (25/11/2025), naik 1,2% ke US$4.111,86 per troy ounce, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed pada Desember 2025.
Bank Indonesia semakin terlibat dalam pembiayaan APBN 2025, menyerap Rp289,9 triliun surat utang pemerintah, memicu kekhawatiran tentang independensinya.
Ekonom menilai penurunan BI Rate masih mungkin pada Desember 2025, meski ruang pelonggaran terbatas.
Bank Indonesia membeli SBN senilai Rp289,9 triliun, mayoritas melalui debt switching, untuk mendukung anggaran pemerintah dan menjaga stabilitas ekonomi.
Gubernur The Fed, Christopher Waller, mendorong pemangkasan suku bunga pada Desember 2025 karena pelemahan pasar tenaga kerja AS dan tekanan pada konsumen.
Bank Indonesia akan menerbitkan BI-FRN, surat berharga suku bunga mengambang, pada 17 November 2025.
Bank Indonesia menahan BI-Rate di 4,75% pada Oktober 2025 untuk menjaga stabilitas rupiah, meski The Fed memangkas FFR. BI fokus pada inflasi stabil dan tekanan kurs.
Saham teknologi jatuh, Wall Street melemah setelah peringatan bank besar tentang potensi gelembung pasar. Nasdaq turun 1,58%, sektor teknologi tertekan.
Bank Indonesia membeli SBN hampir Rp270 triliun sejak Januari 2025 untuk menjaga stabilitas ekonomi