BCA & Allo Bank ungkap alasan penurunan bunga kredit masih tertinggal dari BI rate
Penurunan bunga kredit bank tertinggal dari BI Rate karena faktor struktural, biaya dana tinggi, dan persaingan antar bank, meski suku bunga simpanan turun.
Penurunan bunga kredit bank tertinggal dari BI Rate karena faktor struktural, biaya dana tinggi, dan persaingan antar bank, meski suku bunga simpanan turun.
Bank Indonesia menyuntikkan Rp397,9 triliun ke perbankan awal 2026, hampir dua kali lipat dana pemerintah. Ini untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan menurunkan suku bunga kredit.
Menkeu Purbaya optimis IHSG tembus 10.000 pada 2026 dengan kebijakan ekonomi sinkron dan pertumbuhan ekonomi 6%.
Transmisi pelonggaran BI ke kredit tertahan karena lemahnya permintaan dan risiko tinggi. Bank tetap hati-hati, meski BI sudah menurunkan suku bunga.
Pertumbuhan kredit perbankan Indonesia masih di bawah target BI 8%-11% meski ada pelonggaran kebijakan.
Bank Indonesia Balikpapan siapkan Rp1,77 triliun untuk penuhi kebutuhan uang tunai selama Natal dan Tahun Baru 2025-2026, naik 8% dari tahun sebelumnya.
Pengusaha menyambut kebijakan moneter BI 2026 yang pro stabilitas dan pertumbuhan, mendukung investasi dan ekspansi bisnis di tengah tantangan global.
IHSG diprediksi melemah, saham OASA, KJEN, dan GZCO direkomendasikan analis untuk dibeli, sementara KETR disarankan untuk dijual karena tren bearish.
Bank Indonesia semakin terlibat dalam pembiayaan APBN 2025, menyerap Rp289,9 triliun surat utang pemerintah, memicu kekhawatiran tentang independensinya.
Ekonom menilai penurunan BI Rate masih mungkin pada Desember 2025, meski ruang pelonggaran terbatas.