Rupiah gonjang-ganjing, Purbaya, Gubernur BI, Mensesneg rapat di Istana
Menkeu, Gubernur BI, dan Mensesneg bertemu di Istana bahas sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter untuk stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.
Menkeu, Gubernur BI, dan Mensesneg bertemu di Istana bahas sinkronisasi kebijakan fiskal dan moneter untuk stabilitas ekonomi dan nilai tukar rupiah.
Pelemahan rupiah mendekati Rp17.000 berdampak berbeda pada sektor saham. Sektor ekspor diuntungkan, sementara sektor impor tertekan biaya. IHSG tetap optimis.
Menteri Keuangan Purbaya diberi mandat baru untuk rekomposisi rupiah dan valas, yang tidak terkait kebijakan moneter BI, guna memenuhi likuiditas pemerintah.
IHSG melemah setelah naik 2,16%, analis rekomendasikan saham CENT, AGII, GJTL, ASRI, MEDC, dan SMBR untuk dicermati pekan depan.
IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Muamalat.co.id buy asing signifikan.
Modal asing sebesar Rp240 miliar masuk ke Indonesia pada 15-18 Desember 2025, dengan pembelian di pasar saham dan SRBI, meski ada penjualan di SBN.
IHSG diprediksi menguat didorong akumulasi asing dan potensi pelonggaran moneter The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham uptrend.
Modal asing senilai Rp2,29 triliun kembali masuk ke pasar RI pada pekan ketiga November 2025, dengan pembelian neto di saham dan SBN.
Ekonom menilai penurunan BI Rate masih mungkin pada Desember 2025, meski ruang pelonggaran terbatas.
Bank Indonesia menahan BI-Rate di 4,75% pada Oktober 2025 untuk menjaga stabilitas rupiah, meski The Fed memangkas FFR. BI fokus pada inflasi stabil dan tekanan kurs.