Jaga stabilitas harga, Medikaloka Hermina (HEAL) bakal buyback saham Rp200 miliar

PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) akan melakukan buyback saham senilai maksimal Rp200 miliar untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar.

Saham emiten grup Astra ASII, UNTR, AALI rebound sesi I perdagangan Kamis (22/1)

Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.

Menimbang daya tarik saham peritel MAPI, AMRT, hingga ACES pada 2026

Saham peritel Indonesia seperti AMRT, ACES, dan MAPI diproyeksikan pulih pada 2026 setelah penurunan pada 2025, didukung peningkatan daya beli dan ekspansi toko.

Melirik Saham Emiten Peritel MDIY, ACES, ERAA Jelang Pesta Belanja Akhir Tahun

Emiten peritel seperti MDIY, ACES, dan ERAA memanfaatkan momentum belanja akhir tahun untuk meningkatkan penjualan dengan strategi diskon dan promosi. Meskipun daya beli masyarakat lemah, momen Natal dan Tahun Baru diharapkan mendongkrak kinerja mereka.

Direktur Indosat Irsyad Sahroni Borong 1,04 Juta Saham ISAT

Direktur Indosat, Irsyad Sahroni membeli 1,04 juta saham ISAT dengan nilai transaksi sekitar Rp1,99 miliar untuk investasi jangka panjang.

IHSG Dibuka di Zona Merah, Saham Emiten Emas ANTM, BRMS, AMMN Jeblok

IHSG dibuka turun 0,21% ke 8.220,4 pada 22/10/2025, dipengaruhi penurunan saham emas seperti ANTM dan BRMS. Saham bank besar menguat, menanti keputusan BI Rate.

Efektif Berlaku Hari Ini (22/9), Cek Gerak Saham DSSA, ULTJ, hingga CNMA Penghuni Baru Indeks FTSE

FTSE Russell memasukkan saham DSSA, ULTJ, dan CNMA ke indeks baru, namun performa saham ini lesu meski sebelumnya sempat menguat. IHSG diprediksi bervariasi.

Saham Lapis Kedua Potensi Cuan: ELSA, SIDO, dan Pilihan Lainnya

Saham lapis kedua seperti ELSA dan SIDO berpotensi cuan jelang akhir tahun, didorong permintaan dan dividen menarik. IHSG menguat signifikan.

IHSG Terbang Tinggi! BRI Danareksa Ungkap Target & Saham Pilihan 2025

BRI Danareksa Sekuritas menaikkan target IHSG akhir 2025 ke 7.960, didorong oleh reli saham konglomerat dan ekspektasi kenaikan laba bersih emiten.