Jaga stabilitas harga, Medikaloka Hermina (HEAL) bakal buyback saham Rp200 miliar
PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) akan melakukan buyback saham senilai maksimal Rp200 miliar untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar.
PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) akan melakukan buyback saham senilai maksimal Rp200 miliar untuk menjaga stabilitas harga saham di tengah volatilitas pasar.
Saham Grup Astra seperti ASII, UNTR, dan AALI rebound setelah penurunan akibat pencabutan izin tambang. UNTR rencana buyback saham Rp2 triliun untuk stabilitas.
Saham peritel Indonesia seperti AMRT, ACES, dan MAPI diproyeksikan pulih pada 2026 setelah penurunan pada 2025, didukung peningkatan daya beli dan ekspansi toko.
Emiten peritel seperti MDIY, ACES, dan ERAA memanfaatkan momentum belanja akhir tahun untuk meningkatkan penjualan dengan strategi diskon dan promosi. Meskipun daya beli masyarakat lemah, momen Natal dan Tahun Baru diharapkan mendongkrak kinerja mereka.
Direktur Indosat, Irsyad Sahroni membeli 1,04 juta saham ISAT dengan nilai transaksi sekitar Rp1,99 miliar untuk investasi jangka panjang.
IHSG dibuka turun 0,21% ke 8.220,4 pada 22/10/2025, dipengaruhi penurunan saham emas seperti ANTM dan BRMS. Saham bank besar menguat, menanti keputusan BI Rate.
FTSE Russell memasukkan saham DSSA, ULTJ, dan CNMA ke indeks baru, namun performa saham ini lesu meski sebelumnya sempat menguat. IHSG diprediksi bervariasi.
UOB Kay Hian Sekuritas menetapkan delapan saham unggulan untuk September 2025, termasuk BBCA, BBNI, ASSA, ARCI, BRMS, MTEL, HRUM, dan NCKL.
Saham lapis kedua seperti ELSA dan SIDO berpotensi cuan jelang akhir tahun, didorong permintaan dan dividen menarik. IHSG menguat signifikan.
BRI Danareksa Sekuritas menaikkan target IHSG akhir 2025 ke 7.960, didorong oleh reli saham konglomerat dan ekspektasi kenaikan laba bersih emiten.