IHSG cetak ATH baru awal 2026 ke 8.859, saham BYAN hingga DCII melesat
IHSG cetak rekor baru di 8.859 pada 5 Januari 2026, didorong saham BYAN, TLKM, dan DCII. Kapitalisasi pasar mencapai Rp16.194 triliun.
IHSG cetak rekor baru di 8.859 pada 5 Januari 2026, didorong saham BYAN, TLKM, dan DCII. Kapitalisasi pasar mencapai Rp16.194 triliun.
IHSG melemah ke 8.632,76 meski saham TLKM, BREN, dan BBCA menguat. Sebanyak 362 saham naik, 293 turun, dan 146 stagnan dengan market cap Rp15.873 triliun.
IHSG ditutup melemah 0,07% ke 8.414,35 pada 21 November 2025, meski saham TPIA, PANI, dan BREN tetap hijau. Market cap mencapai Rp15.421 triliun.
Saham SPMA, PGLI, TAPG, dan CBRE alami penurunan terbesar pekan ini, meski IHSG turun 0,29%, volume transaksi harian BEI naik 99,35%.
IHSG ditutup turun 0,62% ke 8.075,77 pada sesi I hari ini, Kamis (25/9/2025) menjauh dari rekor ATH, ditekan saham LIVE, EMAS, dan SMKM yang masuk top losers.
IHSG dibuka menguat ke 7.913,85 pada 14/8/2025, didorong saham TLKM, BREN, DSSA. Proyeksi menuju 8.000 dengan dukungan aliran dana asing dan indikator teknikal positif.
IHSG naik 0,96% ke 7.605 pada HUT ke-48 Pasar Modal Indonesia, didorong oleh pertumbuhan ekonomi dan rebalancing MSCI. Saham BREN dan DSSA memimpin kenaikan.