OPINI: Di Balik Strategi BI Menahan Suku Bunga Acuan
Bank Indonesia menahan BI-Rate di 4,75% pada Oktober 2025 untuk menjaga stabilitas rupiah, meski The Fed memangkas FFR. BI fokus pada inflasi stabil dan tekanan kurs.
Bank Indonesia menahan BI-Rate di 4,75% pada Oktober 2025 untuk menjaga stabilitas rupiah, meski The Fed memangkas FFR. BI fokus pada inflasi stabil dan tekanan kurs.
The Fed diperkirakan memangkas suku bunga untuk mendukung pasar tenaga kerja yang melemah, meski inflasi masih menjadi kekhawatiran utama.
JPMorgan dan Bank of America memprediksi The Fed akan menghentikan kebijakan pengetatan neraca pada Oktober 2025, lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
The Fed menaikkan suku bunga efektif menjadi 4,11% untuk ketiga kalinya dalam sebulan, mencerminkan tekanan pasar pendanaan dan potensi dampak luas pada pasar uang.
The Fed siap memangkas suku bunga 25 basis poin akhir Oktober 2025 untuk menstabilkan pasar tenaga kerja AS yang melemah, meski inflasi terkendali.
Inflasi AS tinggi, The Fed hati-hati pangkas suku bunga untuk menahan permintaan dan mencegah lonjakan harga, meski pasar tenaga kerja tetap sehat.
Harga emas menguat setelah data inflasi AS favorit The Fed sesuai proyeksi pasar, sehingga meningkatkan ekspektasi pemangkasan suku bunga.
The Fed turunkan suku bunga 0,25% ke 4,00%-4,25% untuk mengatasi perlambatan pasar tenaga kerja dan sinyalkan pemangkasan lebih lanjut hingga akhir 2025.
Dolar AS melemah setelah The Fed memangkas suku bunga 0,25%, sementara euro dan yen menguat. Pemangkasan ini bertujuan menjaga pasar tenaga kerja di tengah perlambatan ekonomi.
IHSG diproyeksi akan bergerak di level support 7.800 & resistance 8.000 pada perdagangan pekan ini di tengah penantian investor atas kebijakan BI & The Fed.