OJK pede tren IPO hingga rights issue merekah lagi pada 2026
OJK optimis tren IPO dan rights issue akan meningkat pada 2026 didukung ekonomi stabil dan likuiditas membaik, dengan target dana pasar modal melebihi Rp220 triliun.
OJK optimis tren IPO dan rights issue akan meningkat pada 2026 didukung ekonomi stabil dan likuiditas membaik, dengan target dana pasar modal melebihi Rp220 triliun.
IHSG berpotensi tembus 9.000 akhir 2025, namun dibayangi kebijakan The Fed. Investor disarankan buy on weakness pada saham fundamental kuat.
Analis merekomendasikan akumulasi saham bank besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI yang valuasinya murah menjelang 2026. Saham komoditas BYAN dan AMMN butuh pendekatan selektif.
IHSG mencapai rekor tertinggi baru (ATH) di level 8.617,04, didorong oleh kenaikan saham-saham top gainers seperti BOAT, FPNI hingga VKTR.
IHSG diproyeksikan tetap menguat jelang penutupan 2025, didorong oleh window dressing, sentimen global, serta ekspektasi suku bunga The Fed.
IHSG naik 0,52% ke 8.414,35, mencetak rekor tertinggi baru, sementara RNTH turun 8,45% pada pekan 17-21 November 2025. Kapitalisasi pasar naik 0,49%.
IHSG berpotensi menguat ke 8.539 meski risiko koreksi ada. MNC Sekuritas rekomendasikan saham ESSA, HRTA, SSMS, dan WINS untuk perdagangan.
Peluang Santa Claus Rally di IHSG terbuka, namun risiko global seperti kebijakan The Fed dan profit taking bisa menahan laju penguatan pasar saham akhir 2025.
IHSG capai ATH 13 kali pada 2025, kapitalisasi pasar modal Indonesia tembus target 2029 lebih cepat, mencapai 69,18% dari PDB nasional.
IHSG melemah 0,29% pada 10-14 Nov 2025, dipengaruhi saham DSSA, BBCA, dan BBRI. Volume transaksi harian naik 99,35% menjadi 53,95 miliar lembar.