Deretan saham big caps penekan IHSG pekan ini: TPIA, DSSA hingga BREN ambles
Saham big caps seperti TPIA, DSSA, dan BREN menjadi penekan utama IHSG dengan penurunan masing-masing 53,49%, 47,34%, dan 23,44% sepanjang pekan ini.
Saham big caps seperti TPIA, DSSA, dan BREN menjadi penekan utama IHSG dengan penurunan masing-masing 53,49%, 47,34%, dan 23,44% sepanjang pekan ini.
IHSG anjlok 1,85% ke 6.599,24 akibat sentimen global saat libur bursa. BEI sarankan investor fokus pada fundamental dan strategi investasi sesuai risiko.
IHSG turun 3,38% pada 24 April 2026 karena sentimen global dan aksi profit taking. Saham BBCA, BUMI, dan lainnya melemah. IHSG dalam fase konsolidasi.
IHSG diprediksi tertekan, cermati saham BKSL, BRPT, ITMG, dan TKIM untuk peluang beli dengan strategi “spec buy” dan “buy on weakness”.
Saham Bakrie dan Chairul Tanjung bersinar saat IHSG turun 0,44% pekan ini, dengan Bakrie melonjak 76,86% dan Bank Mega naik 40,48%, meski IHSG tertekan.
IHSG melemah 6,94% dalam sepekan hingga 30 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar menguap Rp1.198 triliun akibat sentimen MSCI dan volatilitas tinggi.
IHSG melemah 1,37% pada 19-23 Januari 2026. Saham top losers: YELO -31,82%, KIOS -28,88%, PTRO -28,88%. Volume transaksi naik 9,32%.
Sepuluh saham, termasuk RMKO dan LPCK, melonjak lebih dari 40% meski IHSG melemah 1,37% pada 19-23 Januari 2026. Volume transaksi harian naik 9,32%.
IHSG melemah 1,37% dalam sepekan hingga 23 Januari 2026, dengan dana asing keluar Rp3,25 triliun, dipicu aksi jual besar-besaran investor asing.
IHSG diprediksi melemah akibat ketegangan AS-Venezuela. Investor disarankan memantau saham PYFA, ASSA, HMSP, PNBN, DATA, dan SCMA.