IHSG ditutup anjlok 3,38% akhir pekan, cek deretan penyebabnya
IHSG turun 3,38% pada 24 April 2026 karena sentimen global dan aksi profit taking. Saham BBCA, BUMI, dan lainnya melemah. IHSG dalam fase konsolidasi.
IHSG turun 3,38% pada 24 April 2026 karena sentimen global dan aksi profit taking. Saham BBCA, BUMI, dan lainnya melemah. IHSG dalam fase konsolidasi.
Saham emas dan batu bara seperti EMAS dan AADI menjadi incaran asing jelang Lebaran, meski IHSG terkoreksi. Analis rekomendasikan AADI dan ARCI.
IHSG diprediksi menguat pada hari puasa pertama, 19 Februari 2026, dengan rekomendasi saham BUVA, COIN, INET, dan PANI untuk strategi “Buy on Weakness”.
Indeks Bisnis-27 ditutup menguat 0,09% ke level 565,37 pada hari ini, Senin (26/1/2026) didorong oleh saham TLKM, ANTM, dan NCKL.
Danantara prediksi re-rating saham BUMN di 2026 lewat restrukturisasi dan transformasi, dengan fokus pada Telkom hingga Krakatau.
IHSG cetak rekor baru di 8.859 pada 5 Januari 2026, didorong saham BYAN, TLKM, dan DCII. Kapitalisasi pasar mencapai Rp16.194 triliun.
Investor asing mengincar saham big caps Indonesia seperti ASII dan TLKM pada akhir 2025, Muamalat.co.id buy asing mencapai Rp34,93 triliun dalam enam bulan terakhir.
IHSG melemah 0,55% di tengah volume perdagangan akhir tahun yang lesu. Saham ARTO, TLKM, ANTM, dan ASII direkomendasikan analis untuk strategi trading.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.
Saham DSSA, DCII, dan BRPT jadi pendorong utama IHSG 2025, mencetak rekor baru dengan kontribusi signifikan dari kenaikan harga saham sepanjang tahun.