Bursa Saham AS di Wall Street Lesu Tertekan Kenaikan Yield Obligasi
Bursa saham AS di Wall Street melemah akibat kenaikan yield obligasi dan data manufaktur. Investor menanti keputusan suku bunga The Fed pekan depan.
Bursa saham AS di Wall Street melemah akibat kenaikan yield obligasi dan data manufaktur. Investor menanti keputusan suku bunga The Fed pekan depan.
Modal asing keluar bersih Rp2,71 triliun dari pasar keuangan RI pada 22-25 Sep 2025, meski saham diburu dengan masuk bersih Rp4,51 triliun. Risiko investasi meningkat.
Harga emas diproyeksikan bullish jelang pengumuman suku bunga The Fed, didorong ekspektasi pemotongan suku bunga dan pelemahan dolar AS.
Dolar AS menguat tipis di tengah kekhawatiran politisasi The Fed oleh Trump, yang mengancam independensi bank sentral dan memicu ketidakpastian pasar.
Bursa Asia melemah setelah Trump pecat Gubernur The Fed Lisa Cook, memicu kekhawatiran independensi bank sentral dan mengguncang pasar global.
Pasar saham AS menguat dan yield obligasi turun usai data inflasi Juli 2025 dirilis.
Obligasi Indonesia diprediksi unggul di Asia saat The Fed turunkan suku bunga, didukung imbal hasil tinggi dan potensi pelonggaran moneter oleh Bank Indonesia.