IHSG pekan depan berpotensi konsolidasi, CENT hingga AGII masuk radar analis
IHSG melemah setelah naik 2,16%, analis rekomendasikan saham CENT, AGII, GJTL, ASRI, MEDC, dan SMBR untuk dicermati pekan depan.
IHSG melemah setelah naik 2,16%, analis rekomendasikan saham CENT, AGII, GJTL, ASRI, MEDC, dan SMBR untuk dicermati pekan depan.
IHSG menguat 0,13% ke 8.936,75 didorong saham BBCA, DSSA, dan AMMN. Penguatan ini terjadi di tengah sentimen defisit APBN dan peningkatan cadangan devisa.
IHSG awal 2026 mencapai rekor baru 8.859, didorong saham blue chips BYAN, DCII, AMMN, dan ASII. January Effect dan data ekonomi positif mendukung penguatan.
Eastspring Indonesia fokus alokasi aset pada sektor yang diuntungkan kebijakan pemerintah untuk strategi reksa dana saham 2026.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.
IHSG terkoreksi 0,55% ke 8.537 jelang Natal 2025. Likuiditas tipis dan profit taking akhir tahun mempengaruhi, meski Muamalat.co.id buy asing signifikan.
OJK optimis tren IPO dan rights issue akan meningkat pada 2026 didukung ekonomi stabil dan likuiditas membaik, dengan target dana pasar modal melebihi Rp220 triliun.
Pasar saham Indonesia menguat dengan IHSG mencapai rekor tertinggi 8.777 pada Desember 2025, didorong aliran dana asing dan peningkatan investor domestik.
IHSG menguat 0,06% ke 8.715,83 pada 9 Desember 2025, didorong saham Bakrie dan GOTO. Transaksi mencapai Rp1,03 triliun dengan 2,23 miliar saham diperdagangkan.
IHSG menguat 1,46% pekan ini, saham ROCK melonjak 143,38% menjadi top gainer. Kapitalisasi pasar naik 1,39% Muamalat.co.id buy asing Rp2,48 triliun.