IHSG melaju 2,16% sepekan, kapitalisasi pasar BEI tembus Rp16.301 triliun
IHSG naik 2,16% ke 8.936,75 pada awal 2026, kapitalisasi pasar BEI capai Rp16.301 triliun. Volume transaksi harian melonjak 48,08% jadi 61,78 miliar saham.
IHSG naik 2,16% ke 8.936,75 pada awal 2026, kapitalisasi pasar BEI capai Rp16.301 triliun. Volume transaksi harian melonjak 48,08% jadi 61,78 miliar saham.
IHSG naik 2,16% ke 8.936,75 pada awal 2026, kapitalisasi pasar BEI capai Rp16.301 triliun. Volume transaksi harian melonjak 48,08% jadi 61,78 miliar saham.
Pada 2026, IPO di Indonesia akan didominasi oleh perusahaan swasta, bukan BUMN. BEI menargetkan 50 IPO baru, fokus pada emiten berkualitas.
BEI mulai menggeser fokus ke kualitas emiten melalui skema IPO lighthouse 2026, yang dinilai menarik minat institusi domestik dan global.
IHSG awal 2026 mencapai rekor baru 8.859, didorong saham blue chips BYAN, DCII, AMMN, dan ASII. January Effect dan data ekonomi positif mendukung penguatan.
Indeks Bisnis-27 naik 1,26% ke 562,56 pada 5 Januari 2025, didorong saham ADRO, INKP, dan UNTR. IHSG juga naik 1,27% ke ATH baru 8.859,19.
IHSG melemah 0,83% ke 8.537,91 pada pekan Natal 2025, dengan kapitalisasi pasar turun 1,17% menjadi Rp15.603 triliun. Transaksi harian juga menurun.
Saham blue chip perbankan diprediksi pulih di 2026 dengan pelonggaran moneter, meski 2025 melemah. Rotasi sektor ke finansial bisa dorong IHSG.
IHSG sepekan menguat 0,32% ke level 8.660,49 dengan rata-rata nilai transaksi harian BEI naik 41,95% menjadi Rp30,29 triliun.
IHSG melemah 0,92% ke 8.620 pada 11 Desember 2025, dengan saham tambang menguat. Pasar masih konsolidasi, fokus pada kebijakan moneter global.