BI Burden Sharing: Dari Pandemi hingga Cita-Cita Prabowo

BI kini fokus pada burden sharing untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo, Asta Cita, setelah sebelumnya digunakan untuk penanganan pandemi.

Investasi Asing Masuk RI: Sinyal Positif Ekonomi & Peluang BI Rate?

Dana asing mengalir ke pasar saham Indonesia didorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan penurunan BI rate. IHSG naik 5,42% dalam sebulan terakhir.

BI Turunkan Suku Bunga: Strategi Bunga Bank Neo

Bank Neo Commerce (BBYB) menyesuaikan bunga simpanan seiring penurunan BI Rate menjadi 5% dengan fokus pada likuiditas dan pertumbuhan dana murah (CASA).

BI Rate Turun? Bank Mandiri Siap Dorong Ekonomi Indonesia!

Bank Mandiri mendukung penurunan BI Rate 25 bps ke 5%, mendorong pertumbuhan ekonomi RI dengan kredit sehat dan inovasi digital untuk inklusivitas.

BI Buka-bukaan Alasan Pasang Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 4,6% – 5,4%

Bank Indonesia memproyeksikan ekonomi RI tumbuh 4,6%-5,4% pada 2025, didorong investasi, ekspor, belanja pemerintah, dan kebijakan moneter yang pro-pertumbuhan.

BI Perkirakan Pertumbuhan Ekonomi 2025 Bisa di Atas 5,1%, Ini Penopangnya

Bank Indonesia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2025 bisa melebihi 5,1% berkat ekspor, belanja pemerintah, dan investasi yang meningkat.

Suku Bunga BI Turun Jadi 5%: Peluang Emas Pengusaha Pembiayaan!

Bank Indonesia menurunkan suku bunga acuan menjadi 5% untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, dengan dampak yang diharapkan terasa dalam 4 bulan.

BI Rate Dipangkas! Ekonom Ungkap Dampak Positif untuk Pertumbuhan Ekonomi

Bank Indonesia menurunkan BI Rate 25 bps ke 5% untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Inflasi terkendali, rupiah stabil, dan ada ruang penurunan lebih lanjut.

BI Pangkas Suku Bunga, Saham Properti & Konsumer Langsung Terbang!

Saham properti dan konsumer naik setelah BI turunkan suku bunga jadi 5%, mendorong IHSG menguat 1,03% ke 7.943,83 pada 20 Agustus 2025.

BI Pangkas BI Rate 75 Bps! Pelonggaran Moneter Lanjut di 2025

Bank Indonesia telah memangkas BI Rate 75 bps sejak awal 2025, kini di 5%, menandai pelonggaran moneter. Keputusan ini di luar ekspektasi pasar.