Indeks Bisnis-27 ditutup melemah, saham INCO, ANTM, hingga MEDC masih menguat
Indeks Bisnis-27 turun 0,37% ke 557,93, namun saham INCO, ANTM, dan MEDC menguat signifikan. Sebanyak 11 saham naik, 13 turun, dan 3 stagnan.
Indeks Bisnis-27 turun 0,37% ke 557,93, namun saham INCO, ANTM, dan MEDC menguat signifikan. Sebanyak 11 saham naik, 13 turun, dan 3 stagnan.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,32% ke 565,01 pada 8 Januari 2026, didorong saham ADRO, HEAL, dan BRPT. Sebanyak 20 saham naik, 6 turun, dan 1 stagnan.
Indeks Bisnis-27 naik 1,26% ke 562,56 pada 5 Januari 2025, didorong saham ADRO, INKP, dan UNTR. IHSG juga naik 1,27% ke ATH baru 8.859,19.
Indeks Bisnis-27 menguat 0,97% ke 556,03 pada 29 Desember 2025, dengan saham ADMR dan INKP naik signifikan. Sebanyak 14 saham menguat, 9 melemah, dan 4 stagnan.
Emiten batu bara seperti BSSR, ADRO, dan AADI membagikan dividen besar kepada pemegang saham, didorong oleh kenaikan laba dan aksi korporasi strategis.
IHSG diperkirakan melemah menuju kisaran 8.464–8.560 dengan potensi koreksi lebih dalam ke area 8.000-an. Cek Rekomendasi saham ADRO, BRIS, JPFA, dan TOWR.
Indeks Bisnis-27 melemah 1,27% ke 546,78 pada 11 Desember 2025, dengan saham DSNG, NCKL, dan INDF ambruk. IHSG juga turun 0,92% ke 8.620,48.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,84% ke 549,14, namun saham BUMI, MIKA, dan KLBF tetap menguat. Sebanyak 7 saham naik, 20 turun pada 13 November 2025.
Emiten batu bara alami penurunan kinerja hingga Q3 2025, proyeksi dividen turun 20%-30%, namun PTBA, ITMG, HRUM, ADRO tetap stabil berkat balance sheet kuat.
IHSG mencapai rekor tertinggi 8.318,52, didorong saham blue chips seperti BBCA dan UNVR. IDX30 naik 8,33% sebulan terakhir, meski beberapa saham melemah.