Saham big caps TLKM hingga INCO jadi rem tahan pelemahan IHSG sepekan
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham big caps seperti TLKM dan INCO menahan penurunan dengan kontribusi signifikan.
Saham ANTM, MEDC, dan INCO naik jelang Natal 2025 meski Indeks Bisnis-27 turun 0,37% ke 550,68. Total transaksi mencapai Rp5,32 triliun.
Indeks Bisnis-27 dibuka melemah 0,37% ke 555,55 pada 23 Desember 2025, namun saham AMRT, ANTM, dan JPFA tetap menguat. IHSG juga turun 0,06%.
Saham blue chip kalah performa Muamalat.co.id buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
Indeks Bisnis-27 melemah 1,27% ke 546,78 pada 11 Desember 2025, dengan saham DSNG, NCKL, dan INDF ambruk. IHSG juga turun 0,92% ke 8.620,48.
Saham emiten ritel seperti AMRT dan ACES mulai bergeliat jelang liburan Nataru, didorong ekspansi agresif dan pembukaan gerai baru di berbagai wilayah.
Saham konsumer UNVR, MYOR, ICBP berpotensi naik dengan BLT Rp30 triliun, meski dampaknya jangka pendek. Pemulihan daya beli penting untuk pertumbuhan jangka panjang.
Saham peritel AMRT, ACES, dan MAPI diproyeksikan menguat akhir 2025 didorong peningkatan daya beli, kebijakan moneter, dan stimulus ekonomi.
Sejumlah saham big caps seperti AMMN, BMRI hingga BBCA terpantau memuncaki top laggards yang membebani laju IHSG sepekan periode 15 hingga 19 September 2025.
IHSG menguat 0,47% pada 1-4 September 2025 meski saham besar seperti DCII, BREN, dan BBRI menahan Muamalat.co.id sell asing capai Rp5,3 triliun sepekan.