Asing lego Rp1,7 triliun saham BBRI, BMRI justru kebanjiran net buy Rp609,8 miliar
Investor asing menjual saham BBRI senilai Rp1,7 triliun, sementara BMRI Muamalat.co.id buy Rp609,8 miliar dalam sepekan.
Investor asing menjual saham BBRI senilai Rp1,7 triliun, sementara BMRI Muamalat.co.id buy Rp609,8 miliar dalam sepekan.
IHSG dibuka menguat ke 8.425, didorong saham TPIA, ASII, dan bank besar. Sebanyak 210 saham naik, 235 turun, dan 511 stagnan.
Investor asing aktif di saham bank besar pada 10-14 Nov 2025. BBCA Muamalat.co.id sell Rp224,1 miliar, sementara BMRI Muamalat.co.id buy Rp431,2 miliar.
IHSG sesi I naik 0,21% ke 8.405, didorong saham SRAJ, DSSA, BRPT. Saham perbankan lesu, sementara saham konglomerat dan Hary Tanoe menguat.
Investor asing melepas saham BMRI, BBRI, dan PNBN, sementara BBCA menjadi incaran dengan pembelian bersih Rp338,43 miliar pada 27 Oktober 2025.
IHSG cetak rekor baru di 8.312,57, didorong saham perbankan dan milik Prajogo. Saham ASII, BBNI, BMRI, BBRI, dan BREN berkontribusi signifikan.
Indeks Bisnis-27 dibuka turun 0,10% ke 523,71, meski saham ASII, BRPT, PGAS menguat.
Saham bank BUMN seperti BMRI dan BBNI turun setelah kenaikan bunga deposito dolar AS menjadi 4%, meski diharapkan menarik investor dengan imbal hasil kompetitif.
Sejumlah saham big caps seperti AMMN, BMRI hingga BBCA terpantau memuncaki top laggards yang membebani laju IHSG sepekan periode 15 hingga 19 September 2025.
IHSG berpotensi menguat dengan rekomendasi saham bank seperti BBCA, BBNI, BBRI, dan BBTN di tengah pelonggaran moneter dan stabilitas ekonomi.