Saham big banks tertekan di hari kedua perdagangan 2026, bagaimana prospeknya?
Saham bank besar melemah di awal 2026, kecuali BBCA yang naik. Bagaimana prospek saham bank pada tahun ini?
Saham bank besar melemah di awal 2026, kecuali BBCA yang naik. Bagaimana prospek saham bank pada tahun ini?
IHSG sesi I ditutup naik 0,65% ke level 8.804,84 dengan saham migas MEDC & ENRG menguat. Optimisme pasar didorong oleh Santa Claus Rally dan January Effect.
Saham perbankan besar seperti BBCA, BMRI, dan BBRI menjadi pemberat IHSG 2025, dengan koreksi signifikan yang menghambat laju indeks hingga 7,62%.
Saham blue chip kalah performa Muamalat.co.id buy asing Rp30 triliun di semester II/2025, dengan LQ45 tumbuh 3,25% ytd, di bawah IHSG yang naik 21,61% ytd.
Saham perbankan melemah meski suku bunga turun, namun ada peluang reversal di 2026. Saham BBCA, BBRI, dan BMRI turun, sementara BBNI naik tipis.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi sarankan investor bersabar dan fokus investasi jangka panjang pada saham BBRI.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,19% ke 545,76 pada 12 Desember 2025, dipengaruhi penurunan saham BBCA, BMRI, dan BRPT. IHSG juga bergerak ke zona merah.
Indeks Bisnis-27 melemah 1,27% ke 546,78 pada 11 Desember 2025, dengan saham DSNG, NCKL, dan INDF ambruk. IHSG juga turun 0,92% ke 8.620,48.
Investor asing keluar dari saham BRI (BBRI) dengan penjualan bersih Rp1,7 triliun, sementara masuk ke Bank Mandiri (BMRI) dengan pembelian bersih Rp609,8 miliar.
Investor asing menjual saham BBRI senilai Rp1,7 triliun, sementara BMRI Muamalat.co.id buy Rp609,8 miliar dalam sepekan.