Glencore divestasi saham Harita Nickel (NCKL) senilai Rp276,9 miliar
Glencore menjual saham Harita Nickel senilai Rp276,9 miliar, mengurangi kepemilikan dari 7,20% menjadi 6,87%, di tengah kenaikan harga nikel global.
Glencore menjual saham Harita Nickel senilai Rp276,9 miliar, mengurangi kepemilikan dari 7,20% menjadi 6,87%, di tengah kenaikan harga nikel global.
Indeks Bisnis-27 melemah 0,19% ke 545,76 pada 12 Desember 2025, dipengaruhi penurunan saham BBCA, BMRI, dan BRPT. IHSG juga bergerak ke zona merah.
Indeks Bisnis-27 melemah 1,27% ke 546,78 pada 11 Desember 2025, dengan saham DSNG, NCKL, dan INDF ambruk. IHSG juga turun 0,92% ke 8.620,48.
IHSG diprediksi cetak rekor baru hingga 8.600 pekan ini. Saham INKP, PGAS, dan ERAA jadi perhatian. Penurunan suku bunga the Fed dan data ekonomi AS turut memengaruhi.
Pelemahan rupiah berisiko menekan laju IHSG hari ini, Kamis (25/9/2025). Analis BRI Danareksa rekomendasikan beli saham BUMI, NCKL, dan DKFT, serta jual MAPI.
IHSG berpeluang lanjut menguat tembus level ATH baru 8.155 pada hari ini, Rabu (24/9/2025). Saham ADMR, HRUM hingga NCKL masuk radar rekomendasi analis.