Aksi IPO Diproyeksi Lebih Semarak 2026 Walau Volitilitas Tetap Tinggi
IPO di Indonesia diprediksi lebih semarak pada 2026 meski volatilitas tinggi. Fokus pada kualitas emiten dan kondisi pasar global jadi kunci.
IPO di Indonesia diprediksi lebih semarak pada 2026 meski volatilitas tinggi. Fokus pada kualitas emiten dan kondisi pasar global jadi kunci.
Wall Street menguat didorong reli saham teknologi, dengan S&P 500 naik 0,60% dan Nasdaq 0,55%.
Wall Street menguat didorong saham teknologi seperti Nvidia dan Oracle, meski sektor konsumer tertekan. Optimisme AI dan data inflasi AS turut mempengaruhi pasar.
IHSG melemah 0,92% ke 8.620 pada 11 Desember 2025, dengan saham tambang menguat. Pasar masih konsolidasi, fokus pada kebijakan moneter global.
Investor asing menjual saham BBCA senilai Rp4,29 triliun dalam sepekan akibat September Effect, yang dikenal memicu volatilitas pasar saham.
Wall Street pekan depan akan diuji oleh rilis data inflasi AS. Investor khawatir koreksi pasar setelah reli panjang, dengan CPI Juli sebagai pemicu volatilitas.