Dividen Jumbo Rp11,42 Triliun: Kinerja Gemilang, Peluang Investasi 2025?
Dividen interim Rp11,42 triliun dari 31 emiten sinyal kesehatan keuangan 2025, namun tak menjamin prospek 2026 karena proyeksi harga komoditas melandai.
Dividen interim Rp11,42 triliun dari 31 emiten sinyal kesehatan keuangan 2025, namun tak menjamin prospek 2026 karena proyeksi harga komoditas melandai.
Emiten sawit diproyeksi beri dividen tinggi 2025 berkat naiknya harga CPO dan permintaan biodiesel, meski tantangan ekonomi tetap ada.
Sejumlah emiten batu bara, meski laba menurun, tetap royal membagikan dividen interim 2025. Emiten seperti AADI, ITMG, BSSR, dan UNTR tetap menebar dividen kepada pemegang saham.
IHSG diprediksi bullish, menguji level 8.500. Saham ELSA, INKP, dan MYOR jadi pilihan. Waspadai profit taking, konsolidasi di 8.350-8.450.
Adaro Andalan (AADI) akan membagikan dividen interim US$250 juta pada 27 November 2025. Pemegang saham tercatat per 19 November 2025 berhak atas dividen.
Dana asing sebesar Rp4,23 triliun masuk ke pasar saham Indonesia dalam sepekan, dengan saham BBCA hingga UNVR diborong. IHSG naik 4,50% ke 8.271,72.
Emiten minuman PT Formosa Ingredient Factory Tbk. (BOBA) akan membagikan dividen interim Rp2,31 miliar atau Rp2 per saham pada 10 November 2025.
UNTR, PNGO, dan emiten lainnya akan membagikan dividen interim. Jadwal cum date pekan ini: CSRA (6/10), UNTR & UNIC (7/10), PNGO (10/10).
Grup Astra akan membagikan dividen interim pada Oktober 2025. ASII, AALI, dan UNTR telah menetapkan jadwal pembagian dividen mereka masing-masing.
PT Astra Agro Lestari (AALI) akan membagikan dividen interim tertinggi sejak 2018 sebesar Rp123 per saham pada 24 Oktober 2025, didukung kenaikan pendapatan dan laba.