IHSG sepekan ambles 6,94%, kapitalisasi pasar menguap Rp1.198 triliun
IHSG melemah 6,94% dalam sepekan hingga 30 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar menguap Rp1.198 triliun akibat sentimen MSCI dan volatilitas tinggi.
IHSG melemah 6,94% dalam sepekan hingga 30 Januari 2026, dengan kapitalisasi pasar menguap Rp1.198 triliun akibat sentimen MSCI dan volatilitas tinggi.
IHSG melemah 1,37% pada 19-23 Januari 2026. Saham top losers: YELO -31,82%, KIOS -28,88%, PTRO -28,88%. Volume transaksi naik 9,32%.
Sepuluh saham, termasuk RMKO dan LPCK, melonjak lebih dari 40% meski IHSG melemah 1,37% pada 19-23 Januari 2026. Volume transaksi harian naik 9,32%.
IHSG melemah 1,37% dalam sepekan hingga 23 Januari 2026, dengan dana asing keluar Rp3,25 triliun, dipicu aksi jual besar-besaran investor asing.
IHSG diprediksi melemah akibat ketegangan AS-Venezuela. Investor disarankan memantau saham PYFA, ASSA, HMSP, PNBN, DATA, dan SCMA.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, dipengaruhi oleh penurunan saham BRPT, PANI, dan COIN. Kapitalisasi pasar turun 1,17% menjadi Rp15.603 triliun.
IHSG melemah 0,83% pada 22-24 Desember 2025, namun saham FILM, BUMI, dan AMRT menjadi top leaders, dengan FILM naik 32,20% menyumbang 23,49 poin.
Sepanjang 22-24 Desember 2025, saham ATAP naik 94,61%, memimpin top gainers meski IHSG melemah 0,83%. Saham lain seperti MGNA dan INCO juga naik signifikan.
IHSG melemah 0,83% ke 8.537,91 pada pekan Natal 2025, dengan kapitalisasi pasar turun 1,17% menjadi Rp15.603 triliun. Transaksi harian juga menurun.
IHSG melemah 0,55% jelang Natal 2025, dipicu penurunan saham konglomerat besar seperti Barito Pacific dan Bumi Resources.