IHSG pekan Natal lengang, kapitalisasi menguap jadi Rp15.603 triliun

IHSG melemah 0,83% ke 8.537,91 pada pekan Natal 2025, dengan kapitalisasi pasar turun 1,17% menjadi Rp15.603 triliun. Transaksi harian juga menurun.

Tanpa keajaiban Natal, IHSG jelang libur panjang (24/12) ditekan saham konglomerat

IHSG melemah 0,55% jelang Natal 2025, dipicu penurunan saham konglomerat besar seperti Barito Pacific dan Bumi Resources.

Lesunya pasar komoditas membebani laju IHSG menuju rekor ATH baru

IHSG sesi I melemah tipis 0,002% ke 8.649. Lesunya harga komoditas dan pelemahan pasar global menghambat laju indeks menuju rekor ATH baru.

IHSG ditutup melemah 0,92% ke level 8.620, saham tambang masih panas

IHSG melemah 0,92% ke 8.620 pada 11 Desember 2025, dengan saham tambang menguat. Pasar masih konsolidasi, fokus pada kebijakan moneter global.

IHSG Merosot, Saham TLKM, BREN, BBCA Justru Melesat Naik!

IHSG melemah ke 8.632,76 meski saham TLKM, BREN, dan BBCA menguat. Sebanyak 362 saham naik, 293 turun, dan 146 stagnan dengan market cap Rp15.873 triliun.

IHSG Ditutup Melemah ke 8.414, Saham TPIA, PANI & BREN Kompak Hijau

IHSG ditutup melemah 0,07% ke 8.414,35 pada 21 November 2025, meski saham TPIA, PANI, dan BREN tetap hijau. Market cap mencapai Rp15.421 triliun.

IHSG Sepekan Melemah 0,29% Dibebani Saham DSSA, BBCA hingga BBRI

IHSG melemah 0,29% pada 10-14 Nov 2025, dipengaruhi saham DSSA, BBCA, dan BBRI. Volume transaksi harian naik 99,35% menjadi 53,95 miliar lembar.