Saham Teknologi & Industri Melesat, IHSG Naik! Sektor Finansial Tertinggal?
IHSG tembus rekor baru di level 8.051 pada pekan ketiga September 2025, ditopang lonjakan sektor industri, teknologi, dan energi.
IHSG tembus rekor baru di level 8.051 pada pekan ketiga September 2025, ditopang lonjakan sektor industri, teknologi, dan energi.
IHSG menutup pekan ketiga September 2025 di rekor tertinggi 8.051,118, didorong lonjakan saham BRPT, DSSA, MLPT, dan TLKM.
IHSG menembus rekor all time high 8.051 pada pekan ketiga September 2025 dengan penguatan 2,51%, menjadikan BEI sebagai salah satu bursa terbaik di Asia Tenggara
IHSG mencapai rekor ATH baru didorong pemangkasan BI Rate. Saham INDX, DWGL, dan GPSO naik signifikan, sementara LIFE dan PPRI turun. Fokus pasar pada kredibilitas fiskal 2026.
IHSG stabil di atas 8.000, menarik investor asing dengan suku bunga rendah, stabilitas makro, dan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten.
Pasar saham Indonesia mulai mencatatkan arus masuk dana asing di tengah kinerja kinclong indeks harga saham gabungan (IHSG).
IHSG diproyeksi akan bergerak di level support 7.800 & resistance 8.000 pada perdagangan pekan ini di tengah penantian investor atas kebijakan BI & The Fed.
IHSG secara teknikal diproyeksi bergerak menguat, berpeluang menembus ke atas 7.930.
IHSG turun 0,17% dalam sepekan, kapitalisasi pasar BEI menyusut 0,57% menjadi Rp14.130 triliun, dengan transaksi harian naik 7,6% menjadi Rp19,42 triliun.
IHSG diprediksi lanjut koreksi karena ketidakpastian ekonomi. Saham pilihan: TOBA, JPFA, WIFI. Fokus pada inflasi China dan AS.