Saham perbankan kompak naik saat rupiah tertekan nyaris Rp17.000 per dolar
Saham perbankan Indonesia menguat meski rupiah tertekan hingga Rp16.961 per dolar AS. BBRI, BBNI, dan BMRI naik signifikan, sementara BBCA dan BNGA stabil.
Saham perbankan Indonesia menguat meski rupiah tertekan hingga Rp16.961 per dolar AS. BBRI, BBNI, dan BMRI naik signifikan, sementara BBCA dan BNGA stabil.
Indeks Bisnis-27 menguat 1,13% ke 564,62 pada 13 Januari 2026, didorong kenaikan saham ADMR, ANTM, dan TLKM. IHSG juga dibuka menguat dengan 344 saham di zona hijau.
IHSG naik 2,16% ke 8.936,75 pada awal 2026, kapitalisasi pasar BEI capai Rp16.301 triliun. Volume transaksi harian melonjak 48,08% jadi 61,78 miliar saham.
IHSG naik 2,16% ke 8.936,75 pada awal 2026, kapitalisasi pasar BEI capai Rp16.301 triliun. Volume transaksi harian melonjak 48,08% jadi 61,78 miliar saham.
Pada 2026, IPO di Indonesia akan didominasi oleh perusahaan swasta, bukan BUMN. BEI menargetkan 50 IPO baru, fokus pada emiten berkualitas.
BEI mulai menggeser fokus ke kualitas emiten melalui skema IPO lighthouse 2026, yang dinilai menarik minat institusi domestik dan global.
IHSG awal 2026 mencapai rekor baru 8.859, didorong saham blue chips BYAN, DCII, AMMN, dan ASII. January Effect dan data ekonomi positif mendukung penguatan.
Indeks Bisnis-27 naik 1,26% ke 562,56 pada 5 Januari 2025, didorong saham ADRO, INKP, dan UNTR. IHSG juga naik 1,27% ke ATH baru 8.859,19.
IHSG melemah 0,83% ke 8.537,91 pada pekan Natal 2025, dengan kapitalisasi pasar turun 1,17% menjadi Rp15.603 triliun. Transaksi harian juga menurun.
Saham blue chip perbankan diprediksi pulih di 2026 dengan pelonggaran moneter, meski 2025 melemah. Rotasi sektor ke finansial bisa dorong IHSG.