Saham Konglomerat Jadi Penopang IHSG saat Dana Asing Kabur Rp53,96 Triliun
Dana asing keluar Rp53,96 triliun dari pasar saham RI sepanjang 2025 meski IHSG naik 13,72% ytd, dipicu kekhawatiran atas risiko fiskal dan pelemahan rupiah.
Dana asing keluar Rp53,96 triliun dari pasar saham RI sepanjang 2025 meski IHSG naik 13,72% ytd, dipicu kekhawatiran atas risiko fiskal dan pelemahan rupiah.
Saham infrastruktur menguat didorong dana SWF Danantara, meski IHSG koreksi. Rotasi saham terjadi, dipicu kebijakan fiskal dan sentimen pasar positif.
IHSG diproyeksi bertahan di atas 8.000 pada Q4 2025 meski ada depresiasi rupiah Muamalat.co.id sell asing. JP Morgan revisi target IHSG ke 8.600 dengan potensi arus modal asing.
Saham ANTM, TLKM hingga ASII menjadi incaran investor asing meski ada outflow. JP Morgan dan OCBC Sekuritas memberikan pandangan positif & rekomendasi beli.
Saham BBCA masuk ke dalam salah satu daftar pilihan UOB Kay Hian untuk periode September 2025.
IHSG menguat 0,47% pada 1-4 September 2025 meski saham besar seperti DCII, BREN, dan BBRI menahan Muamalat.co.id sell asing capai Rp5,3 triliun sepekan.
IHSG menguat 0,47% pekan ini, dipimpin CBRE naik 86,60%. Top gainers lainnya: SOSS, POLU, TMPO.
IHSG tetap kokoh meski dana asing keluar, didukung saham DSSA, ANTM, dan AMMN yang menguat. Saham emas naik karena tren harga emas dan ekspektasi suku bunga.
Investor asing menjual saham BBCA senilai Rp4,29 triliun dalam sepekan akibat September Effect, yang dikenal memicu volatilitas pasar saham.
IHSG diproyeksi tertekan akibat demo di Jakarta, tetapi saham big caps seperti BBNI, BBCA, BMRI, dan BBRI tetap direkomendasikan oleh analis.